GOPOS.ID, SUWAWA – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone Bolango, Alwin Rans Toma menegaskan tidak ada praktik pungutan liar (pungli) terkait dana Program Indonesia Pintar (PIP) di MTs Muhammadiyah Kabila.
Menurut Alwin, pihaknya telah turun langsung menindaklanjuti informasi yang beredar dan memastikan permasalahan telah diselesaikan.
“Ketika kami konfirmasi kepada Kepala Madrasah, PIP sudah diserahkan sesuai teknis dan terbuka kepada penerima. Kalaupun ada pembayaran, itu adalah SPP bulanan yang memang harus diselesaikan sesuai aturan,” jelas Alwin Rans Toma saat ditemui di Ruang Kerjanya, Kamis (4/9/2025).
Alwin menilai, PIP tersebut memang diberikan untuk kebutuhan pendidikan peserta didik di Indonesia, khususnya Kabupaten Bone Bolango. Dirinya juga menegaskan, Kemenag Bone Bolango sejak awal memberikan pengawasan khusus terhadap penyaluran PIP agar sesuai prosedur dan bebas pungli.
Ia juga mengingatkan seluruh madrasah untuk tidak main-main dalam pengelolaan bantuan pendidikan tersebut.
“Menteri Agama pun telah menegaskan agar kita semua melayani masyarakat dengan tulus dan cinta sesuai hati nurani. Jika ada dugaan pungli, kami pasti akan menindakinya sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat maupun pihak sekolah untuk tidak gegabah dalam menanggapi isu-isu dugaan pungli.
“Kalau ada hal yang menjurus ke pungli atau pelayanan kami yang tidak maksimal, mari kita tabayyun dulu. Jangan langsung menghakimi. Kami siap menerima kritik,” pungkasnya. (Indra/Gopos)








