GOPOS.ID,KOTAMOBAGU – Upaya memperkuat integritas dan etika personel terus digencarkan jajaran Polres Kotamobagu. Kamis (12/02/2026), Kapolres Irwanto turun langsung memimpin kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) lintas agama yang digelar rutin setiap pekan.
Kehadiran orang nomor satu di Polres Kotamobagu tersebut menjadi penegasan bahwa pembinaan spiritual bukan sekadar agenda formalitas. Seluruh personel, mulai dari pejabat utama, perwira, bintara hingga ASN Polri, tampak mengikuti kegiatan dengan khidmat sebagai bagian dari pembentukan karakter anggota yang profesional dan humanis.
Untuk personel beragama Islam, Binrohtal dilaksanakan di Masjid Al-Mustaqim Polres Kotamobagu. Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan zikir bersama yang dipimpin Aipda Susanto Abdul Kader, kemudian dilanjutkan doa serta tausiah oleh Ustadz Jubair Manangin.
Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum introspeksi, memperbaiki akhlak, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Personel Polri harus menjadi teladan, baik dalam tugas maupun kehidupan sosial,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh personel untuk memperbanyak ibadah, menjaga sikap dan perilaku, serta menumbuhkan budaya berbagi melalui sedekah sebagai wujud empati terhadap masyarakat.
Secara paralel, personel beragama Kristen melaksanakan ibadah di Aula Polres yang dipimpin Wakapolres Romel Pontoh.
Ibadah berlangsung penuh khidmat melalui pujian dan renungan rohani yang menekankan nilai kasih, kebersamaan, serta tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Sementara itu, personel beragama Hindu mengikuti Binrohtal di Ruang Vicon yang dipimpin I Dewa Dwiadyana, melalui persembahyangan bersama sebagai ungkapan syukur serta permohonan perlindungan dalam menjalankan pengabdian.
Kapolres kembali menegaskan bahwa kekuatan institusi Polri tidak hanya bertumpu pada kewenangan dan penegakan hukum, tetapi juga pada moralitas dan integritas setiap anggota. Dengan pembinaan rohani dan mental yang konsisten, diharapkan seluruh personel mampu menjalankan tugas secara adil, bertanggung jawab, serta mengedepankan nilai etika dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. ***








