GOPOS.ID, GORONTALO – Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Tim Jejaring Keamanan Pangan BPOM Gorontalo bersama lintas sektor melakukan pengawasan intensif terhadap pangan yang beredar di masyarakat. Pengawasan melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Balai Pengawasan Sertifikasi Pangan (BPSP), serta Dinas Kesehatan, Selasa (16/12/2025).
Kepala BPOM Gorontalo, Lintang Purba Jaya, menegaskan pengawasan rutin ini ditingkatkan khusus menjelang hari besar keagamaan. “Kami ingin memastikan pangan yang beredar aman dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan terhadap 18 sarana pangan, ditemukan 8 sarana tidak memenuhi syarat. Temuan paling dominan adalah pangan rusak dengan kemasan penyok, terbuka, atau tidak layak edar sebanyak 30 pieces. Selain itu, tim juga menemukan pangan kedaluwarsa yang masih dipajang di rak penjualan, mencapai 39 item atau 917 pieces.
“Masih ada pangan kedaluwarsa yang dijual di display, jumlahnya cukup banyak,” jelas Lintang.
Tim juga menemukan pangan dengan label tidak sesuai ketentuan. Total nilai keekonomian produk bermasalah yang diamankan dan akan dimusnahkan mencapai Rp2,5 juta. Tindakan langsung dilakukan dengan menurunkan produk dari display, mengamankan, memusnahkan, atau mengembalikan ke distributor.
“Sanksi yang kami berikan bersifat administratif, mulai dari peringatan, peringatan keras, hingga penghentian sementara kegiatan usaha,” tegasnya.
Selain itu, tim mengambil 11 sampel pangan, mulai dari makanan siap saji, jajanan pasar, tahu, ikan asin, hingga produk segar lainnya. Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel negatif dari formalin, boraks, dan pewarna berbahaya.
“Alhamdulillah, semua sampel aman dan tidak mengandung bahan berbahaya,” tambah Lintang.
Pengawasan dilakukan tidak hanya di Kota Gorontalo, tetapi juga menyasar enam kabupaten/kota lain. Hari ini, fokus pemeriksaan dilakukan di salah satu pusat perbelanjaan besar. “Pengawasan akan terus berlanjut di lokasi lainnya,” tutupnya.(Rama/Gopos)








