GOPOS.ID, GORONTALO – Sebuah langkah inovatif dalam memperkuat pengawasan wilayah pesisir dan melindungi masyarakat pesisir telah resmi diluncurkan di Provinsi Gorontalo. Di bawah kepemimpinan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Agung Sampurno, Kanwil Ditjenim Gorontalo memperkenalkan konsep Desa Pesisir Binaan Imigrasi yang dirancang untuk bersifat adaptif dan kolaboratif.
Program ini mencerminkan perubahan paradigma dalam pelayanan keimigrasian, beralih dari pendekatan sentralistik menjadi lebih inklusif dengan melibatkan masyarakat akar rumput sebagai mitra dalam pengawasan. Kakanwil Agung Sampurno menegaskan bahwa pembentukan desa binaan ini adalah langkah konkret untuk merespons karakteristik geografis Gorontalo, yang memiliki garis pantai panjang serta potensi wisata bahari yang mendunia.
“Visi kami adalah menciptakan ekosistem keamanan yang tumbuh dari bawah,” ujar Agung. Melalui program ini, pihaknya tidak hanya memberikan literasi hukum, tetapi juga membangun kolaborasi aktif dengan masyarakat untuk mendeteksi dini potensi pelanggaran keimigrasian dan ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Sifat adaptif dari program ini terlihat dalam penyesuaian materi edukasi yang difokuskan pada isu-isu aktual masyarakat pesisir, seperti pengawasan orang asing di objek wisata bahari dan pencegahan penipuan kerja ke luar negeri. Kolaborasi lintas instansi, termasuk Pemerintah Daerah, TNI AL, dan kepolisian setempat, juga menjadi unsur penting dalam program ini.
Inisiatif Agung Sampurno mendapat sambutan positif dari perangkat desa setempat. Kolaborasi ini dianggap mampu memberikan rasa aman lebih bagi masyarakat, terutama dengan kehadiran petugas imigrasi yang rutin melakukan pendampingan dan membuka ruang konsultasi di desa. “Imigrasi harus hadir sebagai pelindung dan fasilitator bagi pembangunan daerah,” tegasnya.
Keberhasilan inisiasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia dalam mengelola wilayah pesisir dengan pendekatan tematik. Dengan Desa Pesisir Binaan Imigrasi, Kanwil Ditjenim Gorontalo menunjukkan bahwa kedaulatan negara dapat diperkuat melalui pemberdayaan dan kolaborasi yang berkelanjutan. (Putra/Gopos)Â








