GOPOS.ID, GORONTALO – Laju inflasi di Provinsi Gorontalo kembali bergerak naik pada November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Gorontalo mencatat inflasi bulan ke bulan (m-to-m) sebesar 0,24 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang deflasi tipis sebesar 0,14 persen. Kenaikan ini terutama oleh harga kebutuhan pangan yang kembali merangkak serta tarif transportasi yang menguat memasuki akhir tahun.
Secara tahunan (November 2025 terhadap November 2024), inflasi Gorontalo berada di level 2,21 persen. Sedikit melemah dibanding Oktober 2025 yang berada di 2,44 persen. Adapun dari sisi tahun kalender (November 2025 terhadap Desember 2024) inflasi tercatat 1,63 persen.
Dari rincian kelompok pengeluaran, kenaikan inflasi bulanan terutama disumbang oleh kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang naik 0,54 persen. Kenaikan itu membuat kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil 0,20 poin dari nilai inflasi 0,24 persen. “Sejumlah komoditas yang mendorong kenaikan antara lain ikan selar/ikan tude, tomat, ikan cakalang, daging ayam ras, telur ayam ras hingga ikan teri,” ungkap Plt Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Provinsi Gorontalo edisi Desember 2025, Senin (1/12/2025).
Selain komoditas pangan, tarif angkutan udara turut memberikan andil inflasi sebesar 0,04 poin, sejalan meningkatnya mobilitas warga dan masuknya periode liburan akhir tahun. Kenaikan biaya perawatan pribadi dan jasa lainnya juga memberi dorongan tambahan dengan andil 0,04 poin. “Kenaikan biaya perawatan pribadi dan jasa lainnya dipengaruhi kenaikan harga emas,” ungkap Dwi Alwi Astuti.
Pada level wilayah, Kota Gorontalo mencatat inflasi bulanan 0,34 persen, lebih tinggi dibanding Kabupaten Gorontalo sebesar 0,13 persen. Secara umum, IHK Kota Gorontalo berada di angka 109,55, sedangkan Kabupaten Gorontalo di 106,92.(hasan/gopos)








