GOPOS.ID, GORONTALO – Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Gorontalo resmi berada di bawah kepemimpinan Meyke Camaru. Politisi perempuan itu terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI, setelah calon ketua lainnya, Fikram Salilama, memutuskan mengedepankan soliditas partai.
Kemenangan tanpa voting itu menandai babak baru Golkar Kota Gorontalo, sekaligus mempertegas regenerasi kepemimpinan perempuan di tubuh partai berlambang beringin. Meyke mengikuti jejak Idah Syahidah, Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, sebagai perempuan yang dipercaya menahkodai struktur strategis partai.
Dalam pernyataan perdananya sebagai ketua, Meyke menegaskan agenda awal kepemimpinannya adalah konsolidasi internal. Ia ingin memastikan seluruh elemen partai kembali dirapatkan dalam satu barisan yang solid.
“Yang pertama kita lakukan adalah konsolidasi Partai Golkar, merapatkan lebih baik barisan, serta menetapkan capaian dan target ke depan,” ujar Meyke.
Selain penguatan internal, Golkar Kota Gorontalo, kata Meyke, akan memastikan garis politik partai tetap sejalan dengan pemerintahan daerah. Ia menegaskan posisi Golkar akan berada bersama Pemerintah Kota Gorontalo di bawah kepemimpinan Adhan Dambea.
“Kami memastikan barisan Partai Golkar Gorontalo akan berada bersama Pemerintahan Pak Adhan Dambea dalam mengawal seluruh program dan kegiatan Pemerintah Kota Gorontalo,” katanya.
Meyke juga menekankan pentingnya target politik yang jelas dan terukur. Ia tidak ingin hasil Musda berhenti pada seremoni, tanpa capaian konkret bagi partai. Sebagai pimpinan partai di daerah, Golkar Kota Gorontalo, menurut dia, harus sejalan dengan strategi besar partai, termasuk mendorong kepemimpinan Golkar di level provinsi.
“Salah satu target politik yang harus jelas adalah mendorong Ibu Idah Syahidah menjadi gubernur ke depan. Jangan berhenti di ruang Musda, lalu tidak ada capaian,” tegasnya.
Di tingkat kota, Meyke menegaskan Golkar harus aktif mewarnai arah pembangunan. Partai, kata dia, tidak boleh sekadar menjadi pelengkap kekuasaan. “Partai Golkar harus mewarnai program dan kegiatan yang ada di Kota Gorontalo,” ujarnya.
Untuk agenda elektoral, Meyke memasang target realistis namun strategis. Golkar Kota Gorontalo menargetkan mempertahankan capaian Pemilu 2024, yang saat ini menduduki posisi Ketua DPRD Kota Gorontalo.
Terpilihnya Meyke Camaru secara aklamasi tidak hanya menutup potensi friksi pasca-Musda, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa Golkar Kota Gorontalo memilih stabilitas dan kesinambungan.(hasan/gopos)








