GOPOS.ID, GORONTALO – Fluktuasi harga cabai dan bawang merah masih menjadi pemicu utama inflasi di Gorontalo. Selain itu kenaikan tarif air minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) turut berkontribusi terhadap naiknya angka inflasi Gorontalo pada Maret 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo melaporkan, angka inflasi bulanan (Maret terhadap Februari 2026) tercatat sebesar 0,24 persen. Sementara inflasi tahun berjalan year to date (Maret 2026 terhadap Desember 2025) sebesar 1,36 persen. Sedangkan untuk inflasi tahunan Maret 2026 terhadap Maret 2025, Gorontalo mengalami inflasi sebesar 2,6 persen.
“Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Maret 2026, antara lain: cabai rawit, bawang merah, tarif air minum PAM, ikan mujair, telur ayam ras, ikan asap, minyak goreng, sabun cair/ cuci piring, ikan gabus, dan bensin,” ujar Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dr. Watheki, saat menyampaikan rilis resmi statistik BPS Provinsi Gorontalo, Rabu (1/4/2026).
Cabai rawit memberikan andil inflasi sebesar 0,24 persen; bawang merah sebesar 0,12 persen, tarif air minum PAM sebesar 0,08 persen; ikan mujair dan telur ayam ras sebesar 0,04 persen, ikan asap dan minyak goreng sebesar 0,03 persen, serta sabun cair/cucip piring, ikan gabus, dan bensin masing-masing sebesar 0,02 persen.
Selain komoditas mengalami kenaikan harga pada Maret 2026, BPS Provinsi Gorontalo juga mencatat sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga atau deflasi sepanjang Maret 2026. Komoditas tersebut di antaranya tomat yang memberikan andil deflasi sebesar 0,15 persen; ikan layang/ikan benggol sebesar 0,09 persen; ikan selar (tude), cumi-cumi, beras, dan angkutan udara yang masing-masing sebesar 0,04 persen. Lalu Ikan malalugis/ikan sorihi, dan daun bawang sebesar 0,03 persen, serta emas perhiasan, dan daging ayam ras sebesar 0,02 persen.
Sementara itu berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi bulanan Maret 2026 tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran rekreasi, olahraga dan budaya dengan angka inflasi sebesar 0,81 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, yaitu makanan hewan peliharaan sebesar 0,02 persen.
Di tempat kedua adalah kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan angka inflasi sebesar 0,55 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu tarif air minum PAM sebesar 0,08 persen dan cat tembok sebesar 0,01 persen.
Di tempat ketiga adalah perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga. Kelompok ini mengalami inflasi month to month pada Maret 2026 sebesar 0,55 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil yakni sabun cair/cuci piring sebesar 0,02 persen.
Sementara itu untuk kelompok makanan, minuman dan tembakau pada Maret 2026 (mtm) mengalami inflasi sebesar 0,38 persen. “Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menempati urutan pertama dalam andil inflasi mtm Maret 2026 dengan sumbangsih sebesar 0,14 persen,” ungkap Watheki.(hasan/gopos)








