GOPOS.ID, JEMBER – Pemkab Jember terus memperkuat pembangunan karakter masyarakat. Salah satunya melalui sinergi bersama guru ngaji dan ketua pengajian dalam program Bunga Desaku di Balai Desa Sukorambi, Jumat (27/6).
Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan kemajuan daerah tidak cukup ditopang pembangunan fisik. Menurutnya, pembinaan akhlak menjadi fondasi utama untuk menciptakan masyarakat yang berkualitas.
“Ilmu yang paling utama adalah akhlak. Guru ngaji selama ini telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan dalam mendidik anak-anak kita,” kata Gus Fawait.
Ia menilai guru ngaji berperan besar mencetak generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia. Karena itu, pemerintah wajib memberikan penghormatan atas pengabdian mereka.
“Pemerintah harus hadir memberikan penghormatan kepada mereka,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait memastikan insentif guru ngaji kembali disalurkan Pemerintah Kabupaten Jember sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi mereka membina kehidupan keagamaan masyarakat.
Menurutnya, insentif tersebut bukan sekadar bantuan finansial. Kebijakan itu menjadi simbol penghormatan pemerintah kepada para pendidik agama yang selama ini mengabdi di tingkat akar rumput.
“Guru ngaji tetap mengajar meskipun tidak diberi insentif. Mereka mengajar karena pengabdian,” ucapnya.
Ia menambahkan, penghargaan tersebut diharapkan semakin memotivasi para guru ngaji untuk terus membimbing generasi muda dengan nilai-nilai keislaman dan akhlak yang baik.
Gus Fawait juga mengingatkan pentingnya pendidikan karakter di tengah meningkatnya tantangan kenakalan remaja. Menurutnya, pendidikan formal harus didukung pembinaan dari keluarga dan lingkungan.
Ia mengajak orang tua membiasakan anak mengikuti majelis dzikir dan shalawat. Kegiatan itu dinilai mampu memperkuat spiritualitas, membentuk akhlak, serta menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Majelis dzikir dan shalawat menjadi ruang pembentukan ketenangan jiwa sekaligus penguatan akhlak bagi generasi muda,” pungkas Gus Fawait.(kur)







