GOPOS.ID, UNG – Tim Relawan Medis Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bergerak cepat menjalankan misi kemanusiaan di Provinsi Aceh. Setibanya di lokasi bencana, tim langsung menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak banjir, Rabu (17/12).
Bantuan tersebut diserahkan kepada Tim Satuan Tugas (Satgas) Universitas Syiah Kuala (USK) dan diterima oleh Dr. dr. Rachmad. Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk sinergi antar-perguruan tinggi dalam upaya mempercepat distribusi bantuan agar tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua Tim Relawan Medis UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yunus, M.Kes, didampingi seluruh anggota tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa.
“Kehadiran kami di Aceh membawa amanah dari seluruh sivitas akademika UNG. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir, khususnya terkait kebutuhan kesehatan serta kebutuhan dasar bayi dan balita,” ujar Zuhriana.
Adapun bantuan logistik yang disalurkan tergolong spesifik dan disesuaikan dengan kebutuhan pasca-bencana. Bantuan tersebut meliputi peralatan medis dan obat-obatan, kebutuhan bayi dan balita seperti susu dan makanan khusus, pakaian layak pakai dan bahan pangan pokok, serta lampu darurat dan power bank untuk mendukung kebutuhan penerangan di wilayah yang mengalami gangguan listrik.
Usai penyaluran bantuan, tim relawan medis UNG langsung melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk melanjutkan tugas kemanusiaan di lapangan. Fokus utama tim adalah memberikan layanan kesehatan dasar, khususnya bagi ibu dan anak, serta melakukan screening kesehatan kepada masyarakat terdampak.
Selain itu, tim juga akan melaksanakan penyuluhan kesehatan masyarakat, meliputi edukasi kesehatan pasca-bencana, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pencegahan dan penanganan penyakit dan luka.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya menerima bantuan logistik, tetapi juga mendapatkan edukasi kesehatan agar terhindar dari risiko penyakit pasca-bencana,” pungkas Zuhriana.
Kehadiran Tim Relawan Medis UNG di Aceh menjadi wujud nyata implementasi program Kampus Berdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.







