GOPOS.ID, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu terus mendorong penguatan ekonomi kreatif yang berbasis budaya dan kearifan lokal. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan daya saing UMKM serta menjadikan budaya daerah sebagai nilai tambah dalam pengembangan usaha.
Selain itu, pemerintah daerah juga berencana menggelar berbagai festival budaya serta membuka ruang ekspresi bagi generasi muda.
Upaya ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah sekaligus mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam pembangunan.
Di sisi lain, pemberdayaan sosial turut menjadi perhatian utama.
Program ini meliputi perlindungan bagi kelompok rentan, percepatan penanggulangan kemiskinan, penanganan stunting, pencegahan konflik sosial, hingga penguatan ketahanan keluarga dan moderasi beragama melalui sinergi dengan tokoh agama serta masyarakat.
Pemkot Kotamobagu juga menargetkan peningkatan akses pelayanan dasar yang lebih merata dan berkualitas, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menutup penyampaiannya, Sekretaris Daerah menegaskan bahwa tantangan fiskal ke depan cukup kompleks, sehingga diperlukan pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien.
“Kolaborasi menjadi kunci utama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Keterlibatan dunia usaha, akademisi, komunitas, serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan,” ujarnya.
Ia berharap forum konsultasi publik ini dapat menghasilkan berbagai masukan yang konstruktif, berbasis data, serta mampu menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan daerah.
“Melalui forum ini, mari kita rumuskan prioritas pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, sehingga setiap anggaran yang digunakan memberikan dampak yang nyata,” pungkasnya. (End/Gopos)








