GOPOS.ID, SUMENEP — Ahmad Fauzi, aparatur sipil negara (ASN) asal Kabupaten Sumenep, menjalani terapi cuci darah secara rutin di RSUD dr. H. Mohammad Anwar Sumenep dengan memanfaatkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Fauzi menjalani cuci darah dua kali setiap pekan akibat penyakit ginjal.
Sebelum menggunakan JKN, ia sempat menjalani cuci darah di Surabaya dengan biaya pribadi.
Pada periode tersebut, kondisi kesehatannya sempat menurun akibat kelebihan kalium.
“Awalnya saya cuci darah di Surabaya dalam beberapa bulan dan pada saat itu kondisi kesehatan saya menurun karena kelebihan kalium setelah di periksa. Akhirnya saya memutuskan pindah ke Sumenep yang lebih dekat dengan rumah saya untuk menjalani cuci darah dengan memanfaatkan Program JKN,” ujar Fauzi.
Selama kurang lebih empat bulan terakhir, Fauzi rutin menjalani cuci darah dengan JKN.
Ia menyebut biaya cuci darah sangat tinggi apabila harus ditanggung sendiri, yakni sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta setiap tindakan.
“Biaya cuci darah itu sangat mahal. Dengan JKN, saya hanya mengeluarkan biaya parkir setiap kali berobat. Semua tindakan dan pengobatan tidak dipungut biaya sedikit pun,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada peserta JKN yang disiplin membayar iuran setiap bulan karena menurutnya keberlangsungan program ini bergantung pada kepatuhan peserta.
“Terima kasih kepada peserta yang rutin membayar iuran, yang rela gajinya dipotong untuk iuran JKN. Ini adalah bentuk gotong royong, karena ketika kita sakit, manfaatnya benar-benar terasa,” tuturnya.
Fauzi mengajak masyarakat yang masih memiliki tunggakan iuran agar segera melunasinya serta membayar iuran secara rutin.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat.
“Untuk masyarakat yang masih ada tunggakan iuran, segera lunasi tunggakannya agar saat kita membutuhkan layanan kesehatan tidak ada kendala administrasi. Fauzi juga berharap masyarakat bisa lebih menjaga kesehatannya dengan istirahat cukup, makan makanan bergizi, dan rajin berolahraga. Jangan menunggu sakit dulu, karena kesehatan itu sangat berharga,” pungkasnya. (Zen)








