GOPOS.ID, GORONTALO – Pernyataan Wakil Ketua Umum AMPI sekaligus kader Partai Golkar Muhammad Arief Rosyid Hasan yang membela Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia belakangan menjadi sorotan dan menuai perdebatan publik. Namun, sikap tersebut justru mendapat dukungan penuh dari Ketua AMPI Provinsi Gorontalo, Hamzah Sidik, S.H., M.H.
Saat diwawancarai media, Hamzah Sidik secara tegas menyatakan bahwa pembelaan yang dilakukan Arief Rosyid sudah berada pada jalur yang tepat.
“Hemat saya, pembelaan tersebut sudah on the track,” ujar Hamzah.
Menurut Hamzah, pernyataan Arief Rosyid tidak bisa dilihat secara dangkal apalagi dianggap sebagai pembelaan “membabi buta” atau kebablasan. Ia menilai, sebagai seorang organisator ulung yang pernah memimpin organisasi besar seperti PB HMI, Arief tentu memiliki pertimbangan matang sebelum menyampaikan sikap politiknya.
“Statement Adinda Arif tentu tidak muncul begitu saja. Saya meyakini pernyataan itu dilatarbelakangi oleh berbagai pertimbangan historis, filosofis, yuridis, dan tentu juga politis, yang tidak semua orang mampu menangkap makna sesungguhnya,” jelas mantan Presiden Mahasiswa Universitas Islam Bandung tersebut.
Hamzah juga menekankan adanya hubungan ideologis antara Arief Rosyid dan Bahlil Lahadalia, yang sama-sama merupakan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), sehingga dukungan tersebut merupakan sesuatu yang wajar dalam dinamika organisasi dan partai politik.
Pembelaan sebagai Bentuk Loyalitas Kader
Lebih lanjut, Hamzah yang juga merupakan Alumni Magister Hukum Universitas Indonesia menegaskan bahwa sebagai kader Partai Golkar dan mantan aktivis HMI, dukungan terhadap pimpinan partai adalah sebuah keniscayaan.
“Kalau saya ditanya, sikap saya tentu sama seperti Dinda Arif Rosyid. Kami sebagai kader Partai Golkar harus berani menunjukkan dukungan dan pembelaan secara jelas dan kongkrit kepada pimpinan partai, apalagi ketika Bang Bahlil sedang diserang dengan narasi negatif yang terstruktur dan sistemik,” tegasnya.
Ia juga memandang pembelaan tersebut sebagai upaya menjaga marwah dan kehormatan Partai Golkar sebagai organisasi politik besar dan bersejarah di Indonesia.
Dengan latar belakang sebagai advokat, Hamzah Sidik menjelaskan bahwa dalam praktik hukum, setiap individu memiliki hak untuk dibela, terlepas dari benar atau salahnya.
“Dalam praktik advokat, kita dilarang menolak klien dengan alasan perbedaan agama, ras, suku, atau keyakinan politik. Kita membela bukan semata karena dia benar atau salah, tetapi karena hak-haknya dijamin konstitusi,” ungkapnya.
Menurut Hamzah, prinsip tersebut juga berlaku dalam politik. Terlebih, hingga saat ini Bahlil Lahadalia tidak memiliki persoalan hukum.
“Apalagi Bang Bahlil sebagai Ketua Umum Partai Golkar, yang sampai hari ini Alhamdulillah tidak memiliki masalah hukum. Maka dalam konteks itulah saya mendukung penuh pernyataan Adinda Arif Rosyid,” tambah Ketua Fraksi Golkar DPRD Gorontalo Utara itu.
Seruan Tegak Lurus kepada Ketua Umum
Di akhir pernyataannya, Hamzah Sidik menyerukan kepada seluruh kader Partai Golkar di semua tingkatan untuk menjaga soliditas dan tegak lurus terhadap kepemimpinan Ketua Umum.
“Dalam organisasi politik sebesar Partai Golkar, membela dan tegak lurus kepada pimpinan partai adalah kewajiban dan keniscayaan. Saya menyerukan kepada seluruh kader Golkar untuk menjaga, mengawal, dan mendukung Bang Bahlil agar mampu mensukseskan program-program strategis pemerintahan Prabowo–Gibran,” pungkasnya. (adm-01/gopos)








