GOPOS.ID, KOTA GORONTALO — Wacana penobatan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, sebagai Bapak UMKM mulai mengemuka di DPRD Kota Gorontalo. Gagasan ini mencuat menyusul meningkatnya aktivitas ekonomi malam serta tumbuhnya sentra kuliner yang melibatkan ribuan pelaku usaha mikro di Kota Gorontalo.
Hal ini disampaikan oleh Anggota DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar. Ia menjelaskan saat ini geliat UMKM yang ada di Kota Gorontalo saat ini semakin terlihat, terutama pada aktivitas ekonomi masyarakat di malam hari. Sejumlah pusat kuliner tumbuh dan berkembang di berbagai titik, seperti di kawasan Andalas, Jalan Panjaitan, Pasar Sentral, hingga pelataran halaman Kantor Wali Kota Gorontalo.
“Ini merupakan bentuk inovasi dan gagasan brilian. Ruang-ruang ekonomi diberikan kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM, untuk bisa berkembang dan beraktivitas,” ujar Totok kepada wartawan.
Ia menilai, terlepas dari keterbatasan anggaran pemerintah yang belum sepenuhnya mampu memberikan bantuan langsung kepada para pelaku UMKM dan masyarakat, langkah ini memberikan ruang usaha dan mendorong aktivitas ekonomi justru menjadi solusi yang efektif.
“Walaupun belum semua pelaku UMKM mendapatkan bantuan pemerintah, namun pemerintah Kota Gorontalo mampu menghadirkan solusi lain yang tetap menggerakkan ekonomi. Dampaknya jelas terlihat, angka pengangguran menurun, roda ekonomi berputar, dan geliat usaha di malam hari tumbuh signifikan,” jelas Ketua Fraksi Golkar tersebut.
Totok menambahkan, penetapan gelar Bapak UMKM bagi Wali Kota Adhan Dambea saat ini masih berada pada tahap usulan dan pembahasan di tingkat DPRD Kota Gorontalo. Pihaknya menilai bahwa penobatan gelar tersebut harus melalui pertimbangan matang, baik dari sisi dampak kebijakan maupun konsistensi implementasinya.
“Kita lihat progres kebijakan dan dampaknya. Namun secara fakta lapangan, geliat UMKM hari ini adalah salah satu capaian yang patut diapresiasi,” Kata Totok. (Rama/Gopos)








