GOPOS.ID, KOTAMOBAGU – Upaya memperkuat persatuan pedagang pasar mulai digerakkan di Kelurahan Poyowa Kecil. Asosiasi Pedagang Pasar Poyowa Kecil (AP2TPK) menggelar sosialisasi organisasi bersama para pedagang dan masyarakat sebagai langkah awal membangun konsolidasi internal yang lebih solid.
Kegiatan sosialisasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua AP2TPK, Dade Sarjan Korompot, dan berlangsung tertib serta mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Forum ini menjadi ruang awal memperkenalkan keberadaan AP2TPK sebagai wadah resmi aspirasi pedagang Pasar Poyowa Kecil.
Selain memperkenalkan struktur dan peran organisasi, sosialisasi ini juga menjadi bagian penting dari persiapan menuju deklarasi resmi AP2TPK. Organisasi ini diharapkan mampu memperjuangkan kepentingan pedagang secara terarah, transparan, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, AP2TPK menegaskan komitmennya untuk mendorong pengelolaan pasar yang lebih tertata dan berpihak pada pedagang. Asosiasi ini juga diproyeksikan menjadi mitra strategis dalam mendukung stabilitas serta pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah Poyowa Kecil.
Sosialisasi dihadiri oleh para pedagang pasar, masyarakat setempat, serta jajaran anggota asosiasi. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan besarnya dukungan dan harapan terhadap terbentuknya organisasi pedagang yang kuat dan berdaya saing.
Dukungan juga datang dari pemerintah desa. Sangadi Poyowa Kecil Habel Lokiman, Sekretaris Desa Herikiswanto Tampoy, SE, serta Sekretaris BPD Rony Mokoagow turut hadir bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.
Dalam sambutannya, Ketua AP2TPK Dade Sarjan Korompot menekankan pentingnya persatuan pedagang dalam menghadapi berbagai tantangan pasar.
“AP2TPK akan dibangun sebagai organisasi yang solid, transparan, dan konsisten memperjuangkan hak serta kesejahteraan pedagang,” jelas Dade Sarjana Jumat, (30/01/2026).
Pemerintah desa menyambut positif terbentuknya AP2TPK dan menilai sosialisasi ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pedagang, masyarakat, dan pemerintah desa dalam pengelolaan pasar yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Kegiatan ditutup dengan diskusi terbuka serta penyampaian aspirasi para pedagang. Forum ini menjadi wujud keterbukaan dan komitmen AP2TPK dalam membangun organisasi yang inklusif serta berorientasi pada kepentingan bersama.***








