No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Daerah Penghasil Kopi di Papua

Hasan by Hasan
Selasa 27 Agustus 2024
in Menyapa Nusantara
0
Salah satu UMKM Kopi Papua dari Ambaidiru, Kepulauan Yapen Papua pada Feskop 2024 di Kota Jayapura. (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Salah satu UMKM Kopi Papua dari Ambaidiru, Kepulauan Yapen Papua pada Feskop 2024 di Kota Jayapura. (ANTARA/Qadri Pratiwi)

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Indonesia dikenal sebagai daerah penghasil kopi kelas dunia. Indonesia memiliki beragam jenis kopi  yang masing-masing memiliki ciri khasnya masing-masing, seperti kopi Gayo dari Aceh, kopi Toraja dari Sulawesi Selatan, kopi Kintamani dari Bali, dan kopi dari Papua.

Menurut data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), produksi kopi global diperkirakan mencapai 170 juta kantong per 60 kg pada tahun 2022/2023. Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam.

Indonesia memproduksi kopi sebanyak 11,85 juta kantong yang terdiri kopi arabika sebanyak 1,3 juta kantong dan kopi robusta sebanyak 10,5 juta kantong. Sementara Brasil memproduksi sebanyak 62,6 juta kantong kopi dan Vietnam memproduksi 29,75 juta kantong kopi sepanjang 2022/2023.

Sementara itu, urutan keempat dan kelima produsen kopi dunia adalah Kolombia dan Ethiopia yang masing-masing memproduksi sebesar 11,3 juta kantong dan 8,27 juta kantong.

Kopi Indonesia, terdiri dari berbagai jenis yang diproduksi dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua. Kopi-kopi tersebut semakin diminati para pecinta kopi domestik dan manca negara, karena cita rasanya yang khas.

Kopi dari Papua misalnya, terdiri dari jenis kopi arabika, kopi robusta dan kopi liberika. Kopi liberika sendiri pada awalnya digolongkan ke dalam spesies kopi robusta dengan nama ilmiah Coffea canephora var liberica.

Penghasil kopi di Papua

Provinsi Papua terdiri dari sembilan kabupaten/kota, yakni Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Supiori, Kabupaten Waropen dan Kota Jayapura.

Jenis kopi arabika dari Papua cukup dikenal di pasaran. Daerah penghasil kopi arabika di Papua di antaranya Kopi Wamena, Papua Pegunungan, dengan luas lahan tanaman kopi di daerah ini sekitar 32.679 hektare dengan produksi mencapai 161 ton.

Namun demikian, kini kopi jenis liberika dan robusta juga telah tumbuh pada sejumlah kabupaten di Provinsi Papua seperti Kabupaten Keerom, Jayapura dan Kepulauan Yapen. Daerah tersebut memiliki kondisi geografis yang sesuai untuk penanaman kopi jenis robusta dan liberika.

Baca Juga :  Infografik: Ketentuan Kampanye Pilkada 2024

Contohnya, di Kampung Ambaidiru, Distrik Kosiwo, Kepulauan Yapen, Papua. Tanaman kopi dari Ambaidiru luasnya kini telah mencapai 81,27 hektare. Meski terbilang belum terlalu luas, tapi konsisten produksinya, mencapai 1 ton.

Sedangkan di Kabupaten Jayapura saat ini mulai dilakukan pula penanaman kopi,  tapi belum berproduksi. Masa panen kopi robusta biasanya setelah tanaman berumur 3-4 tahun.

Sementara itu, penanaman kopi di Kepulauan Yapen merupakan inisiatif dari para petani setelah melihat kopi dari Papua  banyak dicari pembeli. Para petani tersebut beberapa di antaranya merupakan binaan dari pemerintah daerah setempat.

Kopi yang dihasilkan dari Papua ada yang dipasarkan secara mandiri dan ada pula melalui koperasi. Di Kampung Ambaidiru misalnya, pemasaran kopi dari daerah ini dijual melalui koperasi petani.

Seorang pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Papua, Yafet Wetipo, mengatakan saat ini dia bersama kelompoknya sedang mengembangkan kopi liberika dan robusta di Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura, dan Kepulauan Yapen.

Kopi liberika tumbuh di ketinggian 800 mdpl atau dapat ditanam pada tanah gambut di lahan pasang surut dan tanah mineral dekat permukaan laut.

Sedangkan kopi robusta memiliki daerah tanam dengan ketinggian antara 300-900 mdpl atau ditanam pada tanah mineral.

Yafet yang merupakan pemilik dari Highland Roastery and Coffee menyampaikan pihaknya bersama tim juga sudah melihat pohon kopi di daerah Keerom dan Jayapura di sana tumbuh bagus, kendati produksinya masih terbatas.

Menurut Yafet, kopi arabica dan liberika saat ini banyak dicari oleh pembeli luar negeri. Apalagi produksi kopi Vietnam saat ini sedang turun akibat gagal panen. Selain itu, kopi asal Provinsi Papua memiliki cita rasa khas.

Kopi Wamena misalnya, kopi jenis arabica dari daerah ini memiliki aroma dengan cita rasa yang ringan, sedikit asam, bernuansa harum dan floral. Sedangkan kopi robusta Ambaidiru mempunyai cita rasa harum, serta kadar asam dan kafein yang rendah.

Potensi PAD

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Faturachman menyebutkan terdapat empat sektor unggulan di wilayah setempat yakni pariwisata, perikanan, pertanian dan ekonomi kreatif. Keempat sektor tersebut berpotensi tumbuh dan diharapkan dapat menjadi peluang bagi pemerintah untuk menjadikannya sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Baca Juga :  Dukungan Indonesia untuk Palestina melalui UNRWA

Sektor pertanian selain ada kakao terdapat juga kopi karena memiliki daya tarik bagi penikmat kopi di luar negeri. Pada World of Coffee di Kopenhagen, Denmark,  misalnya, kopi Papua diminati pembeli dari Eropa dan Jepang.

Pada kegiatan tersebut Papua menghadirkan kopi jenis arabika yang berasal dari wilayah egunungan yakni kopi Pegunungan Bintang, kopi Amungme dan kopi Wamena.

Oleh sebab itu, perlu sinergi untuk mengangkat potensi kopi dari Papua agar budi daya dan produksinya meningkat. Selain itu, perlu dibarengi pula peningkatan kompetensi petani, barista, dan menguatkan promosinya.

Untuk mendorong kemajuan kopi Papua ada lima strategis yang dapat dijalankan. Pertama, kualitas yang terjaga, konsisten dan memenuhi standar internasional. Kedua, kuantitas produksi yang selalu terjaga. Ketiga, merek atau branding yang kuat, dengan mengusung keunikan, nilai tambah, dan menciptakan pasar yang spesifik.

Berikutnya, digital marketing untuk memperluas akses pasar melalui media pemasaran digital e-commerce, dan kelima riset dan akses pasar, untuk mendorong UMKM kopi go global dengan mengetahui preferensi konsumen di negara-negara tujuan ekspor.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua, Setyo Wahyudi, menambahkan bahwa kopi bukan lagi barang asing di telinga masyarakat luas karena sudah menjadi budaya di Papua. Kopi Papua yang berasal dari pegunungan di daerah ini sangat terkenal di Nusantara, bahkan dunia, karena memiliki cita rasa yang unik dan khas.

Oleh karena itu, potensi kopi di Provinsi Papua akan terus digali, termasuk dalam peningkatan ketrampilan petani pasca-panen seperti dalam hal roastery dan brewing, sehingga rasa kopi menjadi nikmat dan semakin dicintai masyarakat luas.

Pemerintah Provinsi Papua akan selalu mendukung upaya-upaya guna peningkatan produksi kopi Papua yang namanya telah mendunia bersama sejumlah kopi Nusantara lainnya. Kopi Papua dan sejumlah kopi dari Nusantara telah mendapat sertifikasi sebagai “specialty coffee”.

Tags: Derap Nusantara
Previous Post

Menjangkau Daerah 3T: Pengabdian Masyarakat ITB dan Poltekkes Gorontalo dalam Edukasi Obat Rasional di Boalemo

Next Post

Datangi KPU, Roni-Adnan Long March dan Ziarah Makam David Bobihoe

Related Posts

Menyapa Nusantara

Memberantas Korupsi, Menjaga Integritas dan Marwah Perguruan Tinggi

Selasa 22 September 2026
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbicara kepada pers setelah pertemuan koordinasi terbatas mengenai percepatan pengembangan bioetanol dengan 44 regent dari berbagai pusat produksi di Jakarta, Senin (21 September 2026). (ANTARA/M. Harianto
Menyapa Nusantara

Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan untuk Industri Bioetanol

Selasa 22 September 2026
Menyapa Nusantara

Infografik: SPHP Beras Ditambah 1 Juta Ton

Senin 21 September 2026
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada puncak resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang dihadiri perwakilan negara sahabat, duta besar, tokoh pendidikan, dan ribuan alumni lintas angkatan tersebut digelar untuk memperingati satu abad berdirinya Ponpes Gontor sekaligus menegaskan peran pesantren modern dalam pengembangan pendidikan, keilmuan, dan sumber daya manusia di tingkat nasional maupun internasional. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/YU
Menyapa Nusantara

Prabowo Tegaskan Kemandirian Pangan dan Energi sebagai Kekuatan Bangsa

Sabtu 19 September 2026
Bobibos. (ANTARA/HO-ESDM)
Menyapa Nusantara

Dari Sampah Jadi Bahan Bakar, Inovasi Anak Negeri

Minggu 13 September 2026
Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rycko Menoza pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Evaluasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Penguatan Kelembagaan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Penyelenggaraan Sistem Statistik Nasional (SSN) di Bandarlampung, Jumat (11/9/2026). (ANTARA/HO)
Menyapa Nusantara

DPR Dorong Perbaikan DTSEN untuk PIP dan KIP

Sabtu 12 September 2026
Next Post
Pasangan Roni Sampir-Adnan Entengo melakukan longmarch menuju kantor KPU Kabupaten Gorontalo untuk mendaftar sebagai bakal paslon Pilkada Kabupaten Gorontalo 2024, Selasa (27/8/2024)

Datangi KPU, Roni-Adnan Long March dan Ziarah Makam David Bobihoe

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Kerangka Manusia di Kebun Tebu Paguyaman Berjenis Kelamin Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terduga Pelaku Kematian Guru ASN di Tolinggula Diamankan Tim Resmob Saronde

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Langgar Kode Etik, Satbrimob Polda Gorontalo PTDH Tiga Personelnya 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belasan Alat Berat Kembali Beroperasi di PETI Pasir Putih Sehari Setelah Penertiban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Perzinahan Owner Gadai di Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.