GOPOS.ID, JEMBER – Upaya pembaruan data kemiskinan di Kabupaten Jember diwarnai perjuangan berat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lapangan. Medan ekstrem hingga risiko kecelakaan menjadi bagian dari tugas mereka.
Salah satu insiden dialami Siti Nurus Syamsiyah, ASN Satpol PP Jember. Ia terjatuh saat menjalankan verifikasi faktual data kemiskinan di wilayah Kecamatan Sumberjambe.
Peristiwa itu terjadi ketika Siti menuju lokasi tugas menggunakan sepeda motor roda tiga yang telah dimodifikasi untuk menjangkau daerah dengan akses sulit.
Ia mengaku kondisi medan yang gelap selepas magrib membuatnya kesulitan membaca jalur yang dilalui. Kemiringan jalan yang tajam memperparah situasi.
“Kan sudah magrib, saya tidak paham medannya. Kemiringannya sekitar 45 derajat, saya mau nanjak pakai roda tiga,” ujarnya di IGD RSD dr. Soebandi, Senin (20/4/2026).
Kurangnya ancang-ancang saat menanjak membuat kendaraan kehilangan tenaga. Motor yang dikendarainya mendadak mundur dan sulit dikendalikan meski sudah direm.
“Kecepatan dari bawah kurang, akhirnya mundur. Saya rem tapi tidak bisa, lalu miring ke kiri dan jatuh,” katanya.
Siti menjelaskan, ia berangkat menjalankan tugas setelah mendapat izin atasan usai mengikuti apel pagi. Ia tetap berkomitmen mendukung program penuntasan data kemiskinan daerah.
Namun, ia berharap ada perhatian lebih terhadap aspek keselamatan, terutama bagi petugas perempuan yang harus menjangkau lokasi dengan medan berat.
“Kalau perempuan sebaiknya jangan terlalu jauh penugasannya, yang dekat saja. Kalau laki-laki mungkin cara kerjanya berbeda,” tuturnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Pj Sekda Jember Akhmad Helmi Luqman menyampaikan apresiasi atas dedikasi para ASN yang tetap bekerja di tengah keterbatasan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada ASN yang melakukan verval dengan segala suka dan duka. Ini bukti kepedulian terhadap warga miskin,” katanya.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh agar proses verifikasi ke depan lebih aman, efektif, dan memperhatikan kondisi petugas di lapangan.
“Kami minta OPD saling membantu. Jika ada yang sakit atau sudah sepuh, bisa diwakilkan. Yang penting data tetap bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.(kur)








