GOPOS.ID, GORONTALO – Perekonomian Provinsi Gorontalo mencatatkan performa impresif sepanjang 2025 dengan tumbuh sebesar 5,71 persen secara kumulatif (c-to-c). Capaian ini menunjukkan akselerasi signifikan dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,13 persen. Lonjakan performa ekonomi ini didorong oleh geliat sektor industri engolahan serta penguatan kinerja ekspor barang dan jasa.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo yang dirilis pada 5 Februari 2026, besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp58.977,51 miliar. Dengan capaian tersebut, PDRB per kapita masyarakat Gorontalo kini menyentuh angka Rp47,48 juta atau setara dengan 2.881,80 dollar AS per tahun.
Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dr. Watheki, menjelaskan sepanjang 2025 pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Industri pengolahan menjadi motor penggerak utama dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 16,36 persen. Diikuti transportasi dan pergudangan sebesar 10,46 persen, serta real estate sebesar 8,31 persen.
“Struktur PDRB Gorontalo menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku tahun 2025 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama, yaitu: Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 36,82 persen; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 14,68 persen; serta Konstruksi sebesar 11,21 persen,” ujar Watheki.
Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 9,10 persen. Diikuti Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 5,68 persen; dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 5,52 persen
“Struktur PDRB Gorontalo menurut Pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun 2025 masih didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang mencakup lebih dari separuh PDRB Gorontalo, yaitu sebesar 61,55 persen. Komponen lain yang memiliki peranan besar terhadap PDRB secara berturut-turut adalah Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 29,59 persen; Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 27,32 persen; serta Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 16,58 persen,” urai Watheki.
Dalam lingkup regional Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Gorontalo memberikan kontribusi sebesar 2,52 persen terhadap total perekonomian wilayah tersebut. Meskipun kontribusi secara persentase masih berada di bawah provinsi tetangga seperti Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan, laju pertumbuhan Gorontalo yang mencapai 5,71 persen menunjukkan resiliensi yang cukup kuat di tengah dinamika ekonomi nasional.(hasan/gopos)








