No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Jangan Terjebak, Kenali Hoaks Mendelegitimasi KPU Jelang 2024

Muhajir by Muhajir
Jumat 24 Februari 2023
in Headline, Pemilu
0
Tangkapan layar cekfakta.com mengenai konten hoaks Komisioner KPU dan Bawaslu memberikan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf pada Pemilu 2019. Konten Hoaks ini mempengaruhi kepercayaan publik terhadap KPU sebagai penyelenggara Pemilu

Tangkapan layar cekfakta.com mengenai konten hoaks Komisioner KPU dan Bawaslu memberikan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf pada Pemilu 2019. Konten Hoaks ini mempengaruhi kepercayaan publik terhadap KPU sebagai penyelenggara Pemilu

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID – Tim AIS Kementerian Kominfo menemukan 3.356 hoaks selama 14 bulan mulai dari periode Agustus 2018-30 September 2019. Bila dirata-ratakan, maka banyaknya haoks beredar setiap bulannya sebanyak 239-240 hoaks. Jika dibagi 31 hari (asumsi satu bulan) maka dalam sehari, setidaknya ada 7 hoaks beredar.

Dalam waktu 14 bulan itu, Kominfo menemukan 916 hoaks isu politik beredar. Kembali bila dirata-ratakan, maka ada 65 hoaks politik setiap bulan. Isu politik menjadi perhatian karena jumlah hoaks paling besar dibandingkan jenis hoaks lainnya. Jumlah ini hampir 30 persen dari total 3.356 hoaks selama 14 bulan.

Temuan isu hoaks oleh Tim AIS, Kementerian Kominfo (Foto: Dok. Kominfo)

Dari sekian banyak informasi hoaks tentang politik yang tersebar tersebut, banyak diantaranya dibuat sebagai upaya mendelegitimasi pelaksanaan pemilu dan penyelenggara pemilu dalam hal ini adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tentu kita masih ingat dengan informasi hoaks mengenai 7 kontainer di Tanjung Priok yang dikabarkan berisi jutaan surat suara yang telah tercoblos pada kolom pasangan calon presiden dan cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf.

Iya, informasi hoaks yang tersebar pada 3 Januari 2019, beberapa pekan menjelang pencoblosan ini menyebabkan tensi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden meningkat. Kegaduhan juga ikut terjadi. Bahkan, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief ikut termakan dan menyebarkan informasi hoaks ini. Padahal, setelah ditelusuri informasi ini ternyata hoaks. Faktanya surat suara itu belum dicetak.

Tangkapan Layar CekFakta.Com mengenai Disinformasi kontener surat suara sudah tercoblos

Ada pula hoaks yang terjadi di mana korbannya adalah Ketua KPU (2017-2022) Arief Budiman. Pada 8 Januari 2019 Ketua KPU Arief Budiman jadi sasaran hoaks. dilansir dari cekfakta.com, hoaks beredar bahwa Arief terpilih menjadi Ketua KPU padahal mendapat suara terkecil di DPR dibandingkan komisioner lain. Faktanya, pemilihan ketua KPU dilakukan secara musyawarah di antara 7 komisioner. Selain itu, muncul kabar Arief Budiman adalah saudara Soe Hok Gie, aktivis 1966. Hoaks itu mengesankan Arief beretnis Tionghoa. Faktanya, Soe Hok Gie memiliki saudara Arief Budiman yang juga sosiolog, namun bukan Arief Budiman Ketua KPU.

Tangkapan layar mengenai hoaks yang menyasar Ketua KPU Arief Budiman

Hoaks tersebut di atas merupakan beberapa hoaks yang tersebar dari sekian banyak informasi hoaks pada tahapan pemilu atau menjelang tahapan pencoblosan tahun 2019. Hoaks-hoaks tersebut adalah upaya dari pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mendelegitimasi KPU sebagai penyelenggara pemilu.

Padahal kedudukan KPU sebagai lembaga yang menyelenggarakan pemilu tentu memiliki peran yang sangat besar untuk terciptanya 11 prinsip penyelenggara pemilu, yaitu mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, terbuka, proporsional, profesional, akuntabel, efektif, dan efisien. Sehingga KPU harus memiliki legitimasi kuat dari masyarakat. Legitimasi yang dimaksud adalah kepercayaan publik terhadap KPU yang menentukan sukses tidaknya pemilu. Terlebih, Indonesia akan menyelenggarakan perhelatan politik akbar tahun 2024 mendatang.

Baca Juga :  Kapolres Gorontalo Utara Pastikan Keamanan Gudang Logistik di KPU

Dilansir dari Kompas.com, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan ada upaya delegitimasi dari sejumlah pihak yang berdampak pada persepsi publik terhadap integritas KPU. Hal ini dibuktikan dengan hasil survei lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis Minggu (10/3/2019). Hasil survei menunjukan bahwa ada 11 persen responden yang menyatakan kurang yakin KPU mampu menyelenggarakan pemilu sesuai aturan. Bahkan, sebanyak 1 persen responden menyatakan tidak yakin.

Respon publik terhadap kepercayaan mengenai integritas KPU ini menurun akibat transformasi hoaks yang begitu masif. Terlebih pada penyelenggaraan Pemilu 2019 kemarin. Oleh sebab itu, penting bagi kita semua untuk memahami dan mengenali informasi hoaks yang berpotensi kembali terjadi pada tahapan pemilu 2024 mendatang.

Berikut Berikut cara mengenali informasi hoaks pemilu yang dapat mendelegitimasi KPU:

Hati-hati dengan judul/isi provokatif

Informasi hoaks biasanya memuat informasi yang sensasional dan mengandung provokasi dan menuding pihak-pihak tertentu. Biasanya isi dari konten hoaks tersebut diambil dari berita resmi kemudian didaur ulang dengan mengikuti persepsi atau kehendak dari si pembuat hoaks.

Misalnya saja hoaks yang beredar mengenai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersatu memenangkan Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019 di media sosial Facebook, Juli 2020.

Penelusuran tim cek fakta Tempo yang dihimpun cekfakta.com mengenai konten hoaks komisioner KPU dan Bawaslu Kumpul di PDIP untuk Menangkan Jokowi dalam Pilpres 2019

Dilansir dari cekfakta.com, Penelusuran tim cek fakta Tempo yang dihimpun cekfakta.com menemukan, foto dengan narasi “Perkumpulan Maling Suara”, sebenarnya foto saat KPU dan Bawaslu berkunjung ke kantor PDIP pada 29 Januari 2018 untuk verifikasi faktual partai politik sebagai syarat mengikuti Pemilu 2019.

Informasi hoaks tersebut merupakan contoh narasi/judul yang dibuat dengan provokasi. Kenali contoh dan narasi yang bisa saja tersebar. Bila menemukan berita dengan judul provokatif sebaiknya mencari referensi berita serupa dari situs berita resmi. Dengan demikian, setidaknya kita sebagai pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

Cermati Alamat Situs

Cara mengenali informasi hoaks selanjutnya adalah dengan mencermati situs atau website di mana informasi tersebut dibuat. Dengan mencermati serta melakukan verifikasi dari situs tersebut kita bisa mengetahui apakah informasi dimuat bisa dipertanggungjawabkan atau tidak. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi-misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan.

Baca Juga :  Formasi Baru KPU Bone Bolango, Siap Sukseskan Pemilu 2024

Dilansir dari gopos.id, Anggota Dewan Pers, Asmono Wikan menyebut ada sekitar 47 ribu media ada di Indonesia, baik yang profesional maupun yang abal-abal. Sedangkan jumlah media yang telah terverifikasi masih sangat sedikit. Sampai dengan Januari 2023, baru 1.711 media yang telah terverifikasi dewan pers. Artinya, dari jumlah tersebut, situs berita lainnya bisa berpotensi menyebarkan berita palsu yang bisa saja menyudutkan satu pihak.

Periksa Fakta

Langkah yang bisa kita lakukan selanjutnya adalah dengan melakukan pengecekan fakta secara mandiri. Dilansir dari Kilasjambi.com, berikut cara pemeriksaan fakta yang bisa kita lakukan: 

  1. Gunakan mesin pencari seperti google.com. Lalu masukkan kata kunci sesuai informasi yang Anda terima dari media sosial. Misalnya, memeriksa sebaran informasi “Ternyata Presiden Sekarang Ternyata Sebenarnya Kristen”, atau “Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninggal dunia”.
  2. Setelah memasukkan kata kunci, mesin penelusuran akan memunculkan sejumlah situs cek fakta yang telah memeriksa kebenaran informasi tersebut. Baca artikel tersebut hingga selesai, lalu sebarkan tautannya ke media sosial agar keluarga atau kawan-kawan Anda tidak termakan hoaks serupa.
  3. Buka situs cekfakta.com dan masukkan kata kunci sesuai informasi yang ingin Anda cek. Situs cekfakta.com adalah platform untuk melawan hoaks, kolaborasi antara Aliansi Jurnalis Independen, Asosiasi Media Siber Indonesia dan Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia, bersama 24 media kredibel. Platform tersebut berisi kumpulan artikel cek fakta yang telah dibuat oleh sejumlah media.
  4. Tanyakan ke hotline Whatsapp yang telah dimiliki oleh beberapa organisasi cek fakta yakni Mafindo 0896-8006-0088, Tempo 0813-1577-7057, dan Liputan6.com 0811 9787 670, serta Kompas.com ke tautan berikut https://www.kompas.com/cekfakta.

Ikut serta grup/halaman diskusi anti-hoax

Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage CekFakta.com, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

Di grup-grup diskusi ini, kita bisa ikut berpartisipasi dalam menanyakan mengenai suatu kebenaran suatu informasi, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. (muhajir/gopos)

Artikel ini merupakan hasil kolaborasi antara gopos.id dan cekfakta.com termasuk di dalamnya AJI Indonesia, AMSI, MAFINDO dan didukung oleh Google News Initiative.

Tags: Delegitimasi KPUHoaksHoaks PemiluPemilu 2024
Previous Post

36 Dokter Muda Jadi Lulusan Perdana Kedokteran UNG

Next Post

Menang 2-1, MU Tendang Barcelona dari Liga Europa

Related Posts

Headline

Bea Cukai Gorontalo Musnahkan Rokok Ilegal, Nilai Barang Capai Rp1,2 Miliar

Kamis 23 April 2026
Headline

Jawab Kebutuhan Peserta, Direksi Baru BPJS Kesehatan Beberkan 8 Program Andalan

Kamis 16 April 2026
Penyerahan hasil rekapitulasi pada Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi PDPB Triwulan I Tahun 2026 tingkat Kota Gorontalo, Kamis (2/4/2026).
Pemilu

150.936 Pemilih di Kota Gorontalo Hasil PDPB di Awal 2026

Kamis 2 April 2026
Tim Resmob Saronde, Polres Gorontalo Utara saat mengamankan ketiga terduga pelaku pencurian. (foto.istimewa)
Headline

Tim Resmob Saronde Ungkap Aksi Pencurian Mesin Pompa Air di RSUD ZUS

Rabu 11 Maret 2026
Headline

Aleg PKB Kabgor Enggan Berkomentar soal Kasus Asusila

Selasa 10 Februari 2026
Prof. Sukirman,
Headline

Tuding Adhan Dambea Gagal Tangani Sampah, Prof Sukirman: Pernyataan Saya Dipelintir

Selasa 6 Januari 2026
Next Post
Gelandang Manchester United asal Brasil Fred (kanan) menembak dan mencetak gol pertama timnya selama pertandingan play-off leg kedua babak knockout liga Eropa UEFA antara Manchester United dan FC Barcelona di stadion Old Trafford di Manchester, Inggris, pada 23 Februari, 2023. Oli SCARFF/AFP

Menang 2-1, MU Tendang Barcelona dari Liga Europa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Polda Gorontalo Amankan 259 Karung dan 2 Pelaku Pertambangan Batu Hitam di Suwawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hasil SNBT 2026 Resmi Diumumkan, Ribuan Calon Mahasiswa UNG Cek Kelulusan Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sapi Kurban Bantuan Prabowo Disalurkan ke Masjid Sabilurrasyad UNG Gorontalo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo Berkurban 1.098 Sapi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ASN dan PPPK Tak Boleh Rangkap Jabatan sebagai Anggota BPD, Ini Penjelasan Aturannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.