No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Bisnis Berbasis Digital Makin Menjanjikan

Admin by Admin
Sabtu 19 Maret 2022
in Nasional
0
Bisnis Digital

Warga memilih barang belanjaan melalui situs belanja daring di Jakarta, Minggu (6/2/2022). foto Indonesia.go.id

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

GOPOS.ID, JAKARTA – Perkembangan bisnis digital di Indonesia tumbuh pesat. Wabah Covid-19 yang menyebabkan mobilitas masyarakat terbatas justru memacu pertumbuhan bisnis berbasis digital.

Kini, bagi pelaku usaha, adaptasi, dan berkreasi dengan pendekatan digital sudah merupakan keniscayaan. Bila pelaku usaha mampu beradaptasi, bahkan mampu menemukan peluang baru untuk pertumbuhan bisnisnya, merekalah yang mampu survive di era digital.

Sebut saja, Setyowati, pemilik Prima Lestari, pelaku usaha handycraft. Dia bercerita tentang kemampuannya bertahan di tengah tekanan pelemahan permintaan akibat pandemi. Dia berkreasi dengan berjualan di semua platform digital.

“Syukur Alhamdulillah, di tengah keterbatasan dengan adanya social distancing, permintaan terhadap produk kami tetap berjalan,” ujarnya seperti dikutip dari Indonesia.go.id.

Lantas, bagaimana dia mendapatkan bahan bakunya? Ternyata penyedia bahan baku juga sudah menyesuaikan diri dengan menggunakan platform digital.

“Mereka punya platform pembelian, tinggal diisi sesuai kebutuhan. Jadi kami tinggal menerima di workshop. Yang membuat senang, biaya pengirimannya sangat murah, jauh bila dibandingkan dengan cara-cara konvensional seperti dulu,” ujarnya semringah.

Tak dipungkiri, bisnis dengan menggunakan medium digital membuat proses bisnis menjadi tereduksi, lebih efisien, dan lebih optimal. Begitu juga biaya logistiknya jauh lebih murah dibandingkan cara konvensional sebelumnya.

“Pandemi telah memberikan pelajaran bahwa kami harus berubah,” ujarnya.

Pelaku bisnis seperti pelaku handycraft Prima Lestari kini telah menjadi pelaku e-commerce. Melalui platform e-commerce, semuanya bisa dilakukan di rumah sepanjang jaringan infrastruktur internet lancar dan stabil.

Bank Indonesia dalam laporannya belum lama ini memproyeksikan, bisnis e-commerce bisa menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp530 triliun pada tahun ini, naik dibandingkan pencapaian tahun lalu sebesar Rp403 triliun.

Baca Juga :  Viral di Tiktok Uang Pecahan 1.0, Apakah Sah Digunakan? Ini Penjelasan Peruri

“Perkembangan industri e-commerce saat ini tumbuh lebih cepat dari prediksi banyak pihak. Masyarakat merasakan manfaat dan efisiensi yang ditawarkan industri e-commerce, sehingga mendorong pertumbuhan yang luar biasa dari seller, konsumen, dan juga transaksi,” ujar Ketua Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga dalam siaran persnya, belum lama ini.

Menurutnya, proyeksi pertumbuhan tersebut sejalan dengan pergeseran gaya hidup masyarakat ke arah digital, serta semakin berkembangnya digitalisasi sistem pembayaran. “Tahun lalu pertumbuhan e-commerce kita year-on-year menyentuh angka hampir 50 persen. Pertumbuhan ini bagus sekali,” kata Bima Laga.

Transformasi model bisnis di sektor perdagangan yang kini mulai beralih dengan medium digital juga disadari oleh pemerintah. Kini semuanya sudah menggunakan medium tersebut untuk memperlancar bisnisnya.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pun memprediksi, nilai ekonomi digital nasional Rp5.718 triliun pada 2030. Dari total nilai ekonomi digital sebesar itu, porsi e-commerce berkontribusi paling besar, yakni 34 persen atau Rp1.908 triliun.

Proyeksi dari Muhammad Lutfi itu tak berbeda jauh dengan data yang pernah diungkapkan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam laporan bertajuk e-Conomy SEA 2021. Mereka memperkirakan, nilai ekonomi digital Indonesia USD70 miliar atau Rp 997 triliun tahun ini.

Nilainya diprediksi melonjak menjadi USD146 miliar atau sekitar Rp2.080 triliun pada 2025. Lalu naik lagi menjadi USD330 miliar atau setara Rp4.736 triliun pada 2030.

Meskipun porsi e-commerce cukup besar dalam konteks ekonomi digital, yakni mencapai 34 persen, tentu jasa layanan lainnya juga memberikan sumbangan terhadap tumbuhnya ekonomi digital tersebut.

Baca Juga :  Sri Mulyani Copot Pejabat Pajak Ayah Pelaku Penganiayaan

Lutfi pun menjelaskan, sektor business to business (B2B) juga tak kalah penting memberikan sumbangan terhadap ekonomi digital. Sumbangannya mencapai 13 persen atau Rp763 triliun.

Lalu pariwisata 10 persen (Rp 575 triliun), corporate services 9 persen (Rp529,9 triliun), dan konten digital 9 persen (Rp515,3 triliun). Kemudian kesehatan 8 persen (Rp471,6 triliun), mobility 7 persen (Rp401 triliun), dan housing 4 persen (Rp204,2 triliun).

Sisanya, yakni masing-masing 3 persen public services (Rp175 triliun) dan pendidikan (Rp160,4 triliun). Meski begitu, sektor kesehatan dan pendidikan dinilai paling mengubah kondisi masyarakat.

“Keduanya menjadi game changer dan menyelamatkan Indonesia,” kata Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi dalam seminar bertajuk ‘Empowering SMEs to Recover Stronger’, Jumat (11/3/2022).

Menurutnya, adanya digitalisasi juga mempermudah akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui teknologi finansial. Pada 2030, Kemendag memperkirakan, nilai ekonomi digital layanan antar-bisnis dapat mencapai Rp763 triliun.

Namun, di tengah semakin mudahnya proses bisnis melalui platform digital, seperti disampaikan idEA, mereka tidak memungkiri platform perdagangan berbasis digital juga dibanjiri jualan produk palsu atau bajakan. Menjadi tanggung jawab IdEA untuk ikut memeranginya.

Wajar saja, asosiasi itu juga mengimbau anggotanya untuk turut memerangi. Caranya, dengan menghapus produk-produk yang melanggar hak cipta di semua platform e-commerce.

“IdEA rutin untuk mengingatkan para anggotanya untuk tetap berhati-hati dan mengawasi segala bentuk penjualan yang ada di e-commerce anggota kami dengan mengikuti peraturan yang ada,” kata Ketua Umum IdEA Bima Laga. (adm-01/gopos)

Tags: Bisnis Digital
Previous Post

Waspada! Kasus DBD Meningkat Awal Tahun 2022, Sudah Ada yang Meninggal Dunia

Next Post

Bupati Hamim Pesan Pembangunan Waduk Bulango Ulu Berdayakan Pekerja Lokal

Related Posts

Nasional

Prajurit Yonif 713/Satya Tama Ikut Bangun Jembatan Merah Putih di Papua

Rabu 14 Oktober 2026
Nasional

DPC GMNI Jakarta Timur Gelar PPAB Raya, Perkuat Ideologi dan Konsolidasi Kader di Era Digital

Senin 12 Oktober 2026
Gorontalo

BULOG Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, Pengadaan Beras Melampaui 4 Juta Ton

Jumat 9 Oktober 2026
Komisi VII DPR RI melaksanakan rangkaian uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap para calon Dewas RRI, Rabu (7/10).(Foto: Antara)
Nasional

Komisi VII DPR Tetapkan Lima Dewas RRI Periode 2026–2031, Satu Putra Gorontalo

Rabu 7 Oktober 2026
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memberikan sambutan pada pembukaan Rakernas Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (9/9/2026). (Foto: Antara)
Nasional

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah SMA Gibran

Rabu 7 Oktober 2026
Wapres Gibran Rakabuming saat membuka pameran INACRAFT Jakarta, Rabu (7/10/2026) (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)
Nasional

Gibran: Jika Tidak Lulus SMA, Tidak Mungkin Bisa Kuliah di Singapura

Rabu 7 Oktober 2026
Next Post
Bupati Hamim Pesan Pembangunan Waduk Bulango Ulu Berdayakan Pekerja Lokal

Bupati Hamim Pesan Pembangunan Waduk Bulango Ulu Berdayakan Pekerja Lokal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Konveyor Batu Bara dan Gedung PLTU Anggrek Dilalap Api

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Masyarakat Kota Gorontalo Minta Kasus Terhadap Walikota Dihentikan Polda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengemudi Bentor Mengeluh ke Gubernur, Ada Samsat “Minta Uang” Tambahan saat Pemeriksaan Kendaraan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kombes Petrus Silalahi Jabat Dirkrimum Polda Gorontalo, Kombes Teddy Rachesna ke Bareskrim 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jeffry Rumampuk: Solidaritas ASN untuk Wali Kota Harus Dilihat Proporsional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.