GOPOS.ID, GORONTALO – Kinerja investasi Provinsi Gorontalo menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif. Pada Triwulan III Tahun 2026, realisasi investasi tercatat mencapai Rp3,543 triliun atau tumbuh sebesar 136,85 persen dibandingkan periode yang sama Tahun 2025. Capaian ini menjadi indikator meningkatnya aktivitas penanaman modal sekaligus menunjukkan semakin terbukanya peluang investasi di Provinsi Gorontalo.
Berdasarkan jenis penanaman modal, realisasi investasi masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp3,459 triliun atau setara dengan 97,62 persen dari total investasi. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) memberikan kontribusi sebesar Rp84,339 miliar atau 2,38 persen.
Secara kumulatif, realisasi investasi Provinsi Gorontalo hingga Triwulan III Tahun 2026 mencapai Rp5,388 triliun. Angka tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 32,94 persen dibandingkan periode yang sama Tahun 2025. Pertumbuhan ini mencerminkan perkembangan positif iklim investasi daerah serta potensi ekonomi Gorontalo yang semakin menarik bagi para pelaku usaha.
Dari sisi sektor usaha, kontribusi investasi terbesar berasal dari lima sektor utama. Sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya menempati posisi pertama dengan realisasi sebesar Rp1,511 triliun atau 42,64 persen. Selanjutnya, sektor Jasa Lainnya sebesar Rp1,224 triliun atau 34,55 persen, sektor Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan sebesar Rp362,686 miliar atau 10,24 persen, sektor Pertambangan sebesar Rp306,556 miliar atau 8,65 persen, serta sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran sebesar Rp99,454 miliar atau 2,81 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa sektor industri logam dasar dan jasa lainnya menjadi penggerak utama realisasi investasi pada Triwulan III Tahun 2026. Di sisi lain, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan pertambangan juga tetap memberikan kontribusi terhadap perkembangan investasi daerah.
Sementara itu, berdasarkan sebaran wilayah, Kabupaten Bone Bolango mencatatkan kontribusi investasi sebesar Rp73,631 miliar atau 2,08 persen. Kabupaten Gorontalo sebesar Rp14,033 miliar atau 0,40 persen, Kabupaten Gorontalo Utara sebesar Rp10,469 miliar atau 0,30 persen, dan Kota Gorontalo sebesar Rp9,370 miliar atau 0,26 persen. Adapun Kabupaten Boalemo belum mencatatkan realisasi investasi pada periode pelaporan tersebut.
Capaian ini menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo, khususnya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), untuk terus memperkuat upaya peningkatan investasi melalui promosi potensi unggulan daerah, fasilitasi dan pendampingan kepada pelaku usaha, serta penguatan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.
Selain mendorong masuknya investasi baru, upaya peningkatan kualitas pelayanan perizinan dan pengawasan pelaksanaan penanaman modal juga menjadi perhatian penting. Hal ini dilakukan untuk memastikan investasi yang terealisasi dapat memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing daerah, serta kesejahteraan masyarakat.
Dengan pertumbuhan investasi yang terus menunjukkan tren positif, Pemerintah Provinsi Gorontalo optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan tersebut sekaligus mendorong pemerataan investasi di seluruh kabupaten/kota. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan di Provinsi Gorontalo. (Putra/Gopos)







