GOPOS.ID, GORONTALO – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Gorontalo melalui inovasi Sistem Informasi Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (SiReka BMD) berhasil lolos sebagai salah satu inovasi yang terpilih pada ajang Inovasi Daerah Awards Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2026.
Inovasi yang dikembangkan oleh Dr. Iwan Lakoro, S.E., M.M., masuk dalam 12 inovasi terpilih mengantarkan BKAD Provinsi Gorontalo mengikuti tahapan presentasi dan penilaian pada Inovasi Daerah Awards Tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Selasa, 20 Oktober 2026, bertempat di Manna Hall, Kota Gorontalo.
Capaian tersebut menjadi langkah positif bagi BKAD Provinsi Gorontalo dalam mendorong transformasi digital di bidang pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), khususnya dalam meningkatkan kualitas perencanaan kebutuhan barang yang lebih terintegrasi, efektif, dan akuntabel.
SiReka BMD dikembangkan sebagai inovasi digital untuk mengoptimalkan proses penyusunan Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD). Inovasi ini hadir sebagai solusi atas berbagai tantangan dalam perencanaan kebutuhan barang, antara lain proses administrasi yang masih memerlukan waktu, pengadaan yang belum sepenuhnya berbasis kebutuhan, serta perlunya peningkatan ketepatan dan keterpaduan data.
Dalam paparannya Iwan Lakoro menjelaskan bahwa “Melalui SiReka BMD, proses penyusunan RKBMD diarahkan agar lebih sistematis, mulai dari penyusunan usulan kebutuhan, penginputan data, verifikasi dan penelaahan, penetapan RKBMD, hingga pemanfaatan hasil perencanaan. Dengan alur kerja tersebut, perencanaan kebutuhan barang diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih tertib dan berbasis data yang akurat”
Pengembangan SiReka BMD juga menunjukkan peningkatan cakupan digitalisasi. Berdasarkan materi inovasi yang dipaparkan, sistem yang pada tahap awal mendukung dua jenis perencanaan dikembangkan menjadi lima jenis perencanaan RKBMD pada tahun 2025. Pengembangan ini memperluas fungsi aplikasi dalam mendukung proses perencanaan kebutuhan Barang Milik Daerah.
Lebih Lanjut Iwan Lakoro yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menjelaskan Penerapan SiReka BMD diharapkan memberikan sejumlah manfaat utama, meliputi efisiensi proses usulan, ketepatan perencanaan dan penganggaran, optimalisasi penggunaan aset, serta peningkatan akuntabilitas dan tata kelola. Melalui perencanaan yang lebih baik, kebutuhan barang dapat disesuaikan dengan prioritas organisasi dan ketersediaan anggaran, sekaligus mendukung pemanfaatan aset daerah secara optimal.
Untuk menjaga keberlanjutan inovasi, pengembangan SiReka BMD juga diarahkan pada pemutakhiran data dan pemeliharaan sistem, penguatan sumber daya manusia, evaluasi kinerja tahunan, serta penyesuaian terhadap regulasi dan kebutuhan teknologi. Replikasi inovasi di perangkat daerah lain juga menjadi potensi pengembangan guna memperluas manfaat digitalisasi pengelolaan BMD di Provinsi Gorontalo.
Kegiatan yang mengusung tema “Inovasi Berdampak, Gorontalo Maju” ini menjadi wadah apresiasi bagi para inovator sekaligus mendorong perangkat daerah untuk terus mengembangkan inovasi yang bermanfaat, berdampak, dan berkelanjutan bagi penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.
Melalui SiReka BMD, BKAD Provinsi Gorontalo terus mendorong penguatan tata kelola aset daerah berbasis digital sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan Barang Milik Daerah yang lebih tertib, transparan, efisien, dan akuntabel, sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Gorontalo menuju Gorontalo Maju dan Sejahtera. (Putra/Gopos)








