GOPOS.ID, MARISA — Sebanyak 150 karyawan Pani Gold Mine yang bertugas di area operasional sensitif dan berisiko tinggi menjalani pemeriksaan urine untuk mendeteksi dini penyalahgunaan narkotika. Hasilnya, seluruh karyawan yang diperiksa dinyatakan 100 persen negatif narkotika.
Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari langkah Pani Gold Mine memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba sekaligus memastikan pekerja berada dalam kondisi sehat, fokus, dan siap menjalankan aktivitas di lingkungan pertambangan yang memiliki risiko operasional tinggi.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo. Selain tes urine, rangkaian kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai bahaya narkotika, peninjauan area operasional tambang, serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang sosialisasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan perusahaan.
Presiden Direktur Pani Gold Mine, Boyke P. Abidin, mengatakan pencegahan narkoba menjadi bagian penting dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan pertambangan.
“Di area pertambangan yang memiliki risiko tinggi, setiap pekerja harus berada dalam kondisi sehat, fokus, dan sadar penuh dalam menjalankan pekerjaannya. Satu kesalahan kecil dapat menimbulkan dampak yang besar,” kata Boyke.
Menurutnya, komitmen perusahaan terhadap lingkungan kerja bebas narkoba tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi diarahkan menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan.
“Bagi kami, budaya Zero Harm tidak hanya tentang mencegah kecelakaan, tetapi juga memastikan tidak ada hal yang dapat membahayakan kesehatan, keselamatan, dan masa depan manusia,” ujar Boyke
Boyke menambahkan, kerja sama dengan BNNP Gorontalo diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan edukasi, pencegahan hingga deteksi dini.
“Kami ingin menciptakan lingkungan kerja Pani Gold Mine yang sehat, aman, dan produktif,” tambah Boyke
Kepala BNNP Gorontalo, Brigjen Pol. Sri Bardiyati, mengapresiasi langkah Pani Gold Mine yang melibatkan lembaganya dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan kerja.
Ia menyebut hasil pemeriksaan terhadap 150 karyawan yang seluruhnya negatif narkotika sebagai capaian yang baik dan perlu dipertahankan.
“Hasil tes urine hari ini 100 persen negatif. Ini tentu menjadi hal yang baik dan harus terus dipertahankan,” ujar Sri Bardiyati.
Ia berharap komitmen tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan kerja, tetapi juga dapat dibawa para pekerja ke lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, Koordinator Bidang P2M BNNP Gorontalo, Muchars Daud, menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemeriksaan urine.
Menurutnya, karyawan juga diberikan pemahaman mengenai bahaya narkotika dari aspek hukum, sosial, dan psikologis.
“Rangkaian kegiatan hari ini meliputi edukasi pencegahan, deteksi dini melalui tes urine, kunjungan lapangan, dan penandatanganan PKS,” tutup Muchars.(Yusuf/Gopos)








