GOPOS.ID, JEMBER – Bupati Jember Muhammad Fawait turun langsung memantau antrean kendaraan di SPBU Jalan Gajah Mada, Rabu pagi (9/9/2026).
Kehadiran Gus Fawait, sapaan akrabnya, menjadi respons pemerintah daerah terhadap keluhan warga terkait panjangnya antrean dan ketidakpastian pasokan BBM.
Bupati tidak hanya berdiri memantau situasi. Ia bersama tim menyusuri barisan kendaraan sambil menyapa pengendara yang menunggu giliran mengisi bahan bakar.
Sejumlah warga terlihat telah berada di lokasi sejak dini hari. Lamanya waktu tunggu membuat sebagian pengendara harus bertahan berjam-jam di tengah cuaca yang semakin panas.
“Saya tahu warga sudah menunggu lama. Matahari makin tinggi, perut butuh diisi,” kata Gus Fawait saat berada di tengah antrean.
Untuk meringankan warga, rombongan Bupati Jember membagikan makanan dan minuman kepada pengendara maupun penumpang yang masih menunggu antrean pengisian BBM.
Menurut Gus Fawait, persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan dengan melihat kondisi lapangan. Pemerintah daerah juga harus memastikan distribusi BBM berjalan lancar.
Pemkab Jember sebelumnya telah berkomunikasi dengan pihak Pertamina untuk meminta kepastian pasokan BBM bagi masyarakat di sejumlah wilayah.
“Stok BBM dalam kondisi aman. Yang perlu diperbaiki adalah sistem distribusi dan kecepatan pengiriman ke titik-titik pengisian di Jember,” tegasnya.
Gus Fawait juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Menurutnya, panic buying justru berpotensi memperpanjang antrean dan menimbulkan kepanikan baru.
Kedatangan Bupati sekaligus menjadi kesempatan mendengar langsung keluhan warga yang mengalami antrean panjang dalam beberapa pekan terakhir.
“Kami menghargai perhatian Bupati, tetapi yang kami perlukan adalah jaminan pasokan lancar setiap hari,” ujar salah satu pengendara.
Sebelumnya, keterlambatan distribusi disebut berkaitan dengan kepadatan arus lalu lintas di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Kondisi tersebut kemudian berdampak terhadap pengiriman BBM.
Pemkab Jember berharap komunikasi dengan Pertamina menghasilkan perbaikan distribusi yang nyata. Pemerintah daerah ingin antrean tidak kembali menjadi persoalan berulang bagi masyarakat.
“Kami akan terus mendesak pihak terkait agar distribusi BBM di Jember benar-benar lancar dan masyarakat tidak terus dirugikan,” pungkas Gus Fawait.(kur)








