GOPOS.ID, JEMBER – JKCI (Jember Kota Cerutu Indonesia) Festival 2026 menjadi ajang promosi tembakau dan cerutu Jember melalui perpaduan wisata, budaya, serta ekonomi kreatif.
Festival berlangsung selama dua hari, 31 Juli hingga 1 Agustus 2026. Kegiatan dipusatkan di Cafe Tebing dan berlanjut di kawasan wisata Pantai Watu Ulo.
Sejumlah agenda disuguhkan, mulai pameran cerutu premium, pertunjukan Reog, tarian kolosal, pameran UMKM, hingga penampilan spesial Jember Fashion Carnaval.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut festival tersebut menjadi langkah nyata memperkuat identitas Jember sebagai kota penghasil tembakau sekaligus cerutu berkualitas.
“Ini merupakan rangkaian bagaimana kita mempromosikan Kabupaten Jember sebagai kota tembakau. Hari ini bukan hanya tembakau, tetapi juga produk turunannya yaitu cerutu,” kata Fawait.
Menurutnya, kehadiran peserta dan tamu dari 11 negara membuktikan Jember mulai mendapat perhatian dunia sebagai destinasi wisata sekaligus pusat industri cerutu.
“Kehadiran peserta dari Amerika dan berbagai negara menunjukkan kita sudah on the track mempromosikan Jember sebagai destinasi wisata sekaligus pengembangan ekonomi petani tembakau,” ujarnya.
Fawait menilai konsep festival tahun ini berbeda karena mampu memadukan promosi industri cerutu dengan kekayaan budaya lokal dalam satu rangkaian acara.
Beragam hiburan disajikan, mulai musik internasional, musik lokal Jember, hingga pertunjukan seni tradisional Indonesia yang dinikmati masyarakat dan wisatawan.
“Konsep ini bagus. Kita mempromosikan wisata dengan sentuhan internasional, tetapi tidak kehilangan identitas budaya nasional maupun budaya Kabupaten Jember,” ucapnya.
Selain menjadi ruang promosi, festival juga mengenalkan Pantai Watu Ulo kepada wisatawan mancanegara yang hadir menikmati seluruh rangkaian kegiatan.
Bupati menjelaskan, industri tembakau kini diarahkan menuju hilirisasi agar nilai ekonomi tidak berhenti pada penjualan bahan baku semata.
“Kalau dulu hanya menjual tembakau mentah, sekarang sudah menjadi cerutu. Hilirisasi ini akan menambah value added dan diharapkan membuat harga tembakau lebih stabil,” tuturnya.
Ia menyebut produk cerutu asal Jember kini mulai dikenal luas, termasuk di Jakarta, sehingga membuka peluang pasar yang semakin besar.
Menurut Fawait, JKCI Festival telah berkembang menjadi agenda pencinta cerutu terbesar di Asia dan menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Jember.
“Harapan kami, ke depan bukan hanya terbesar di Asia, tetapi mendunia dan menjadi kiblat cerutu yang menjadi simbol kejayaan tembakau Kabupaten Jember,” pungkasnya.(kur)








