GOPOS.ID, JAKARTA – Kantor Staf Presiden menegaskan suara anak-anak Indonesia bukan sekadar formalitas, melainkan masukan strategis yang akan menjadi dasar perumusan kebijakan pemerintah yang berpihak pada anak.
Penegasan ini disampaikan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman saat dialog interaktif bersama perwakilan Forum Anak Nasional (FAN) dan Forum Anak Daerah (FAD) Wilayah Jabodetabek di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Anak yang diperingati pada 23 Juli 2026. Dudung menegaskan, masukan dan aspirasi dari anak-anak Indonesia bukanlah sekadar pelengkap acara formal, melainkan masukan strategis yang akan menjadi dasar perumusan kebijakan pemerintah yang berpihak pada anak.
“Bagi kami di Kantor Staf Presiden, suara kalian bukan pelengkap acara, tetapi masukan strategis yang akan menjadi bagian dari dasar perumusan kebijakan pemerintah yang berpihak pada anak,” ujar Dudung dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Dudung menyampaikan, berbagai isu penting yang disuarakan oleh para perwakilan anak, mulai dari masalah pendidikan, kesehatan mental, perlindungan dari aksi kekerasan, keamanan di ruang digital, hingga kesempatan untuk berkembang, akan dikawal secara nyata oleh Kantor Staf Presiden (KSP) agar ditindaklanjuti secara lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta mitra pembangunan.
Menurutnya, komitmen ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita, yang menetapkan perlindungan anak dan pembangunan sumber daya manusia unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Maju 2045.
“Negara tidak boleh membuat kebijakan tentang anak tanpa mendengarkan anak. Kualitas Indonesia tahun 2045 sangat ditentukan oleh bagaimana kita melindungi, mendidik, dan memberdayakan anak-anak hari ini,” katanya.
Selain menekankan pentingnya peran negara, Kepala Staf Kepresidenan memberikan nasihat mendalam bagi anak-anak yang hadir melalui kisah perjalanan hidupnya.
Berawal dari anak yatim, putra seorang pegawai biasa, dan harus berjualan kue hingga koran sewaktu sekolah, ia berpesan agar anak-anak tidak pernah takut menghadapi masalah kehidupan dan terus berbuat baik serta menjaga keikhlasan.
“Sepintar apapun, sehebat apapun, kalau kita tidak memperlakukan orang lain dengan baik, kita tidak akan sukses. Hidup ini pasti ada masalah, dari sekian penderitaan pasti ada celah kebahagiaan, ambil celah kebahagiaan itu dan teruslah berbuat baik kepada siapapun,” ucapnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan yang penuh keakraban tersebut, Dudung dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi bersama perwakilan anak-anak yang hadir bermain permainan tradisional tapak gunung (engklek) bersama.(Antara/gopos)








