GOPOS.ID, GORONTALO – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Erwin Ismail mendesak Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) melakukan pendataan menyeluruh terhadap aset milik Pemerintah Provinsi Gorontalo yang berada di luar daerah, khususnya asrama mahasiswa, sebelum mengusulkan anggaran pada APBD Tahun Anggaran 2027.
Desakan tersebut disampaikan Erwin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama mitra Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat membahas Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Tahun Anggaran 2027, Selasa kemarin.
Ketua DPD Partai Demokrat itu menegaskan, penyusunan anggaran pemeliharaan aset harus diawali dengan pendataan dan pemeriksaan kondisi aset secara langsung di lapangan.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar alokasi anggaran benar-benar sesuai kebutuhan, bukan sekadar berdasarkan data administratif.
Perhatian utama diarahkan pada asrama mahasiswa milik Pemerintah Provinsi Gorontalo yang berada di sejumlah kota, seperti Makassar, Manado, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Bogor, Jakarta, dan daerah lainnya.
“Saya meminta bidang aset mendata kembali seluruh aset pemerintah provinsi yang berada di luar Gorontalo, terutama asrama mahasiswa. Mereka harus turun langsung melihat kondisinya sebelum mengusulkan anggaran di APBD 2027,” kata Erwin.
Erwin juga mendorong agar penataan asrama mahasiswa menjadi salah satu prioritas dalam APBD Tahun Anggaran 2027.
Menurut dia, pemeliharaan rutin dengan skala kecil akan lebih efektif dibanding menunggu kerusakan semakin parah yang akhirnya membutuhkan anggaran renovasi lebih besar.
“Ya pemeliharaan yang kecil-kecil aja dulu, seperti pengecatan, perbaikan plafon, maupun atap. Itu akan jauh lebih efisien dibanding menunggu bangunan rusak berat hingga membutuhkan biaya renovasi lagi yang besar. Intinya kita mendorong agar setiap tahun, minimal tiga asrama mendapat penataan. Sebab fasilitas yang layak akan mendukung semangat belajar dan prestasi generasi muda,” tutup Erwin. (Isno/gopos)








