GOPOS.ID, BUNTULIA – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Botudulanga, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, kembali menelan korban jiwa.
Seorang penambang asal Desa Tabulo, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, bernama Risal dilaporkan meninggal dunia saat melakukan aktivitas penambangan, Kamis (16/7/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga meninggal setelah tertimbun material tanah dan batu ketika bekerja di lokasi tambang ilegal tersebut. Peristiwa itu disebut terjadi secara tiba-tiba hingga menyebabkan korban tidak dapat diselamatkan.
Insiden maut tersebut sempat menjadi perbincangan di media sosial. Sejumlah warganet menyebut korban merupakan warga Desa Tabulo, Boalemo, sekaligus membenarkan bahwa kejadian berlangsung di kawasan PETI Botudulanga.
“Ti ka Risal ini orang Tabulo (Boalemo),” tulis salah seorang akun bernama Oyin Tuna di kolom komentar unggahan yang membahas insiden tersebut.
Meski informasi mengenai kematian korban telah beredar luas, kasus ini dinilai belum terungkap secara terang. Minimnya informasi dari lokasi kejadian membuat proses pengungkapan peristiwa tersebut berjalan lambat.
Di sisi lain, beredar pula informasi di masyarakat yang menyebut lokasi PETI tempat terjadinya kecelakaan diduga dikelola oleh seseorang berinisial Daeng Saur. Selain itu, muncul pula dugaan bahwa lokasi tersebut memiliki keterkaitan dengan pihak-pihak yang disebut berpengaruh di Kabupaten Pohuwato. Namun demikian, informasi tersebut masih berupa dugaan yang belum dapat dipastikan kebenarannya dan belum mendapat konfirmasi dari pihak yang disebut.
Sementara itu, Polres Pohuwato memastikan tengah melakukan pendalaman terkait insiden tersebut. Kapolres Pohuwato, AKBP Busroni, melalui Kasat Reskrim, IPTU Renly Turangan, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi serta mencari saksi-saksi yang mengetahui secara langsung peristiwa tersebut.
“Masih mencari info terkait saksi-saksi yang ada di lokasi yang melihat kejadian korban meninggal dunia di PETI Botudulanga tersebut,” kata Renly saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini diterbitkan, polisi belum menyampaikan penyebab pasti kematian korban maupun hasil penyelidikan di lokasi kejadian. Aparat masih berupaya mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk mengungkap kronologi lengkap peristiwa yang menewaskan penambang asal Boalemo tersebut. (Yusuf/Gopos)








