No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Belajar dari Pemkot Surabaya: Kemiskinan Berhenti di Sekolah

Hasan by Hasan
Rabu 15 Juli 2026
in Menyapa Nusantara
0
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (tengah) menyerahkan paket bantuan pendidikan kepada pelajar SMA/SMK/MA sederajat di Gelanggang Remaja Surabaya, Jumat (10/7/2026). Bantuan pendidikan Pemerintah Kota Surabaya tersebut menjangkau 7.380 siswa dari keluarga miskin dan prasejahtera melalui pemberian seragam sekolah, sepatu, kaus kaki, serta bantuan biaya pendidikan Rp350 ribu per bulan bagi siswa sekolah swasta. ANTARA/HO-Diskominfotik Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (tengah) menyerahkan paket bantuan pendidikan kepada pelajar SMA/SMK/MA sederajat di Gelanggang Remaja Surabaya, Jumat (10/7/2026). Bantuan pendidikan Pemerintah Kota Surabaya tersebut menjangkau 7.380 siswa dari keluarga miskin dan prasejahtera melalui pemberian seragam sekolah, sepatu, kaus kaki, serta bantuan biaya pendidikan Rp350 ribu per bulan bagi siswa sekolah swasta. ANTARA/HO-Diskominfotik Surabaya.

0
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Tak semua anak memulai langkah dari garis yang sama. Ada yang berangkat ke sekolah dengan perlengkapan baru dan tanpa memikirkan biaya bulanan, tetapi tidak sedikit yang harus menimbang setiap pengeluaran keluarga sebelum melanjutkan pendidikan.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi, biaya sekolah masih menjadi salah satu penyebab anak rentan putus pendidikan, terutama ketika memasuki jenjang sekolah menengah atas.

Di Kota Surabaya, Jawa Timur, persoalan tersebut dijawab melalui penguatan program bantuan pendidikan bagi pelajar dari keluarga miskin dan prasejahtera. Tahun ajaran 2026/2027 menjadi penanda penting ketika Pemerintah Kota Surabaya menyalurkan bantuan kepada 7.380 siswa SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah sederajat.

Bantuan itu tidak hanya berupa seragam dan perlengkapan sekolah, tetapi juga biaya pendidikan sebesar Rp350 ribu per bulan bagi siswa sekolah swasta yang berasal dari keluarga desil satu hingga lima.

Kebijakan tersebut menunjukkan perubahan cara pandang terhadap bantuan pendidikan. Jika sebelumnya bantuan lebih banyak dipahami sebagai program sosial tahunan, kini pendekatannya diarahkan menjadi instrumen untuk mencegah kemiskinan antargenerasi. Pendidikan tidak lagi diposisikan sekadar layanan publik, melainkan investasi pembangunan manusia.

Langkah tersebut juga selaras dengan tantangan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata lama sekolah masyarakat Indonesia terus meningkat, tapi kesenjangan akses pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah. Pada kelompok rentan, keputusan melanjutkan sekolah sering kali bukan ditentukan oleh kemampuan akademik, melainkan kemampuan ekonomi.

Karena itu, bantuan pendidikan memiliki makna yang jauh lebih besar daripada angka nominal yang diterima. Bantuan tersebut menjaga agar seorang pelajar tetap berada di ruang kelas ketika kondisi ekonomi keluarganya sedang tertekan.

Tepat Sasaran

Hal menarik dari kebijakan Surabaya bukan hanya besaran bantuan, melainkan perubahan mekanisme penyalurannya. Dana bantuan pendidikan tidak lagi ditransfer langsung kepada siswa, tetapi disalurkan melalui sekolah. Langkah ini lahir dari evaluasi pelaksanaan sebelumnya yang menemukan masih adanya bantuan yang belum digunakan untuk membayar kebutuhan pendidikan.

Baca Juga :  Menata Ulang Cara Pandang Industri Beras ke Industri Padi Bernilai Tambah

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa efektivitas kebijakan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga tata kelola. Bantuan yang tepat sasaran bukan hanya menyangkut siapa penerimanya, melainkan juga bagaimana dana benar-benar digunakan sesuai tujuan.

Pemkot Surabaya juga menerapkan verifikasi berdasarkan data kesejahteraan masyarakat melalui kelompok desil satu hingga lima. Pendekatan berbasis data ini menjadi penting agar bantuan tidak berubah menjadi program populis yang kehilangan sasaran. Dalam konteks pengelolaan keuangan daerah, setiap rupiah harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kebijakan itu juga mengikuti perubahan regulasi pendidikan di Jawa Timur. Setelah sekolah negeri dibebaskan dari berbagai pungutan, perhatian pemerintah kota diarahkan kepada siswa sekolah swasta dari keluarga tidak mampu yang masih harus menanggung biaya pendidikan. Pendekatan tersebut mencerminkan prinsip keadilan, yakni memberikan dukungan lebih besar kepada kelompok yang masih menghadapi hambatan ekonomi.

Namun demikian, bantuan biaya pendidikan tidak boleh berhenti sebagai program administratif. Pemerintah tetap perlu memastikan tidak muncul pungutan lain yang membebani siswa penerima bantuan. Pengawasan harus dilakukan secara konsisten agar tujuan utama kebijakan benar-benar tercapai.

Di sisi lain, keterbukaan informasi juga menjadi faktor penting. Masyarakat perlu memahami syarat penerima, mekanisme pendaftaran, hingga proses verifikasi agar tidak muncul persepsi bantuan hanya dinikmati kelompok tertentu. Transparansi merupakan fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Masa Depan

Bantuan pendidikan sesungguhnya bukan hanya berbicara mengenai sekolah hari ini, tetapi juga tentang kualitas sumber daya manusia pada masa depan. Setiap anak yang berhasil menyelesaikan pendidikan memiliki peluang lebih besar memperoleh pekerjaan yang layak, meningkatkan kesejahteraan keluarga, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Surabaya tampaknya menyadari hubungan tersebut. Program bantuan bagi pelajar sekolah menengah dihubungkan dengan kebijakan yang lebih luas, yakni bantuan biaya perkuliahan melalui program “Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana”. Artinya, pemerintah tidak hanya berupaya menjaga anak tetap bersekolah hingga lulus SMA, tetapi juga membuka jalan agar mereka dapat melanjutkan ke perguruan tinggi.

Baca Juga :  Infografik: Perombakan Kabinet Merah Putih

Pendekatan berkelanjutan seperti ini layak diapresiasi karena kemiskinan tidak dapat diputus hanya melalui bantuan jangka pendek. Hal yang dibutuhkan adalah ekosistem pendidikan yang memastikan anak dari keluarga miskin dapat terus belajar dari jenjang menengah hingga pendidikan tinggi.

Tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas program di tengah meningkatnya jumlah penerima manfaat. Pendataan harus terus diperbarui, pengawasan diperkuat, serta evaluasi dilakukan secara berkala agar bantuan benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan.

Kolaborasi juga perlu diperluas. Dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal dapat menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat akses pendidikan. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang manfaatnya akan kembali kepada masyarakat itu sendiri.

Ke depan, indikator keberhasilan program bantuan pendidikan tidak cukup diukur dari banyaknya paket seragam yang dibagikan atau jumlah penerima bantuan. Ukuran yang lebih penting ialah menurunnya angka putus sekolah, meningkatnya angka partisipasi pendidikan menengah, bertambahnya lulusan yang melanjutkan ke perguruan tinggi, serta membaiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya.

Pendidikan selalu menjadi jalan paling damai untuk memutus rantai kemiskinan. Bantuan yang diberikan hari ini mungkin hanya berupa seragam, sepatu, atau biaya sekolah, tetapi di balik itu tersimpan peluang yang jauh lebih besar. Kesempatan belajar yang tetap terbuka akan melahirkan generasi yang lebih percaya diri, lebih berdaya saing, dan lebih siap membangun kota.

Ketika bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran, yang sedang dibangun bukan sekadar ruang kelas yang tetap terisi. Namun, yang sedang dipersiapkan adalah masa depan yang lebih adil, saat cita-cita seorang anak tidak lagi ditentukan oleh tebal tipisnya dompet orang tuanya, melainkan oleh semangat belajar dan kesempatan yang diberikan kepadanya.(Antara/gopos)

Tags: Kemiskinan SekolahMenyapa Nusantara
Previous Post

Jaga PAD Tetap Optimal, Pemkot Kotamobagu Kaji Penghapusan Pos Parkir

Next Post

Ismet Mile Alarmkan Ancaman Wabah, OPD Diminta Bergerak

Related Posts

Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar (kiri) dan Plt. Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan (kanan) menunjukkan berkas penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Galeri 2 AHC, Jakarta, Selasa (13/10/2026). (ANTARA/Anggah)
Menyapa Nusantara

ANTARA-Perumnas Kolaborasi Perkuat Informasi Hunian

Selasa 13 Oktober 2026
Area Kilang Hijau di Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap, Jawa Tengah. ANTARA/HO-Kilang CIlacap
Menyapa Nusantara

Jelantah Disulap Jadi Bahan Bakar Pesawat

Minggu 11 Oktober 2026
Menyapa Nusantara

Infografik: Biaya Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

Minggu 11 Oktober 2026
Peserta Maganghub Batch II ikuti pengarahan Kementerian Hukum secara daring di Kota Palangka Raya. (ANTARA/Kanwil Kemenkum Kalteng)
Menyapa Nusantara

Magang Usai, Berburu Pekerjaan Dimulai

Sabtu 10 Oktober 2026
Wakil Ketua DPR RI, Dasco Sufmi Ahmad, menandatangani penetapan biaya haji dalam rapat panja BPIH 2027, Rabu (7/10/2026). (Foto: Foto : Mares/Andri/DPRRI)
Menyapa Nusantara

Pelunasan Haji 2027 Turun Jadi Rp23 Juta

Jumat 9 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto menekan sirine sebagai tanda peluncuran ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan 11 proyek industri di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Menyapa Nusantara

Prabowo Luncurkan Ekspor Perdana Baterai EV, Total Investasi Proyek IWIP Rp180 T

Kamis 8 Oktober 2026
Next Post
Bupati Ismet Mile saat menandatangani komitmen lintas sektor dan lintas program dalam rangka pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan penyakit tidak menular, Rabu (15/7/2026). (Foto Indra/Gopos)

Ismet Mile Alarmkan Ancaman Wabah, OPD Diminta Bergerak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Konveyor Batu Bara dan Gedung PLTU Anggrek Dilalap Api

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Masyarakat Kota Gorontalo Minta Kasus Terhadap Walikota Dihentikan Polda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Warga Diimbau Pakai Masker di Luar Ruangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean BBM Tak Bisa Dijawab Hanya dengan Kalimat “Stok Aman”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kombes Petrus Silalahi Jabat Dirkrimum Polda Gorontalo, Kombes Teddy Rachesna ke Bareskrim 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.