GOPOS.ID, JEMBER – Puskesmas Ambulu terus memperkuat pelayanan kesehatan dengan sistem jemput bola. Kunjungan rumah menjadi solusi bagi pasien yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan meski akses layanan tergolong mudah.
Kepala Puskesmas Ambulu, dr. Widiarti, mengatakan wilayah kerjanya meliputi Desa Ambulu, Tegalsari, dan Karanganyar. Seluruhnya berada dekat dengan puskesmas pembantu, polindes, maupun puskesmas induk.
“Alhamdulillah tidak ada wilayah yang terpencil. Semua masyarakat dekat dengan fasilitas kesehatan, jadi akses pelayanan relatif mudah,” kata dr. Widiarti.
Menurutnya, pembiayaan berobat juga bukan persoalan. Program Universal Health Coverage (UHC) membuat pasien yang datang ke puskesmas bisa langsung didaftarkan untuk mendapatkan layanan rawat jalan maupun rawat inap.
“Kendalanya justru saat pasien harus opname atau dirujuk ke rumah sakit. Banyak yang tidak memiliki keluarga untuk mengantar atau menjaga selama perawatan,” ujarnya.
Kondisi itu dipicu berbagai faktor. Sebagian keluarga terkendala biaya pendampingan, sementara lainnya memiliki anak atau kerabat yang tinggal di luar kota sehingga tidak bisa menemani pasien.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Puskesmas Ambulu mengerahkan perawat dan bidan wilayah melakukan kunjungan rumah secara rutin. Pasien diperiksa langsung di rumah, termasuk pemberian obat bila diperlukan.
“Kalau pasien menolak dirujuk karena tidak ada yang mendampingi, kami lakukan kunjungan rumah seminggu sekali. Pemeriksaan dan pengobatan dilakukan di rumah pasien,” jelasnya.
Layanan serupa juga diterapkan bagi balita dan ibu hamil yang tidak hadir di posyandu. Petugas melakukan sweeping dengan mendatangi rumah warga untuk penimbangan, imunisasi, hingga pemeriksaan kehamilan.
Selain itu, Puskesmas Ambulu menyiapkan ambulans untuk menjemput pasien yang membutuhkan rawat inap di puskesmas maupun mengantar rujukan ke rumah sakit. Koordinasi administrasi kependudukan juga dilakukan bersama desa dan kecamatan sehingga pelayanan tetap berjalan tanpa hambatan berarti.
“Kalau ada kendala administrasi, kami langsung koordinasi dengan desa dan kecamatan. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada masalah yang berarti,” pungkas dr. Widiarti.(kur)







