GOPOS.ID, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember kembali mencatat capaian dalam pelayanan kesehatan melalui program Home Care yang menyasar warga langsung di kediaman.
Program tersebut mendapat apresiasi nasional karena dinilai menjadi layanan Home Care pertama di Indonesia yang diterapkan secara menyeluruh dan masif dalam skala kabupaten.
Pengakuan itu disampaikan Wakil Menteri Kesehatan yang menilai sejumlah daerah mungkin telah menjalankan layanan serupa, tetapi belum dengan cakupan seperti Jember.
Menurutnya, Jember menjadi daerah pertama yang menerapkan Home Care secara terstruktur, menyeluruh, dan menjangkau seluruh wilayah kabupaten.
Program ini berangkat dari kebijakan kesehatan gratis yang telah dirintis Pemkab Jember sejak 1 April 2022 melalui kepesertaan BPJS Kesehatan.
Namun, pemerintah menyadari akses kesehatan tidak berhenti pada pembebasan biaya pengobatan. Sebagian warga masih kesulitan menjangkau puskesmas maupun rumah sakit.
“Kendala sesungguhnya bukan pada biaya pengobatannya, melainkan biaya untuk berangkat ke puskesmas atau rumah sakit,” kata Bupati Jember Muhammad Fawait.
Karena itu, konsep pelayanan diubah dengan mendatangkan tenaga kesehatan langsung ke rumah warga yang membutuhkan layanan medis.
Bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, Pemkab Jember menyiapkan telemedicine yang menghubungkan tenaga kesehatan dengan dokter spesialis hingga subspesialis.
“Ini soal hak warga. Keluarga yang tidak mampu juga punya hak yang sama mendapatkan fasilitas kesehatan yang baik dari negara dan pemerintah,” tegas Fawait.
Melalui pola tersebut, Home Care tidak hanya menjadi inovasi pelayanan, tetapi juga upaya memperluas akses kesehatan tanpa membedakan kondisi ekonomi masyarakat.
Pemkab Jember berharap pendekatan ini menjadi contoh pelayanan publik inklusif, sekaligus menerjemahkan semangat keadilan sosial melalui layanan kesehatan yang semakin dekat dengan warga.(kur)








