GOPOS.ID, GORONTALO – Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo menegaskan komitmennya dalam mendukung gerakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika melalui peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Gorontalo, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, dikemas melalui jalan sehat dan senam zumba dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, perguruan tinggi, sektor swasta hingga masyarakat.
Rektor UNBITA Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., yang hadir bersama sivitas akademika UNBITA, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran generasi muda agar mampu menjauhi penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, upaya pencegahan narkotika tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
“Pencegahan narkoba harus dimulai dari pembentukan karakter, penguatan literasi, serta membangun kesadaran mahasiswa agar menjadi pelopor gaya hidup sehat dan agen perubahan di masyarakat,” ujar Dr. Ellys.
Ia menambahkan, kampus harus menjadi ruang yang mampu menciptakan lingkungan akademik yang sehat, aman, dan terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Gorontalo, Pol. Sri Bardiyati, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa perang melawan narkotika membutuhkan gerakan bersama yang berkelanjutan.
“Perang melawan narkotika hanya akan berhasil jika semua pihak bergerak bersama. Pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan seluruh komponen daerah harus berkolaborasi,” jelasnya.
Menurut Sri Bardiyati, pelaksanaan HANI melalui kegiatan olahraga bersama menjadi salah satu cara memperkuat pesan hidup sehat sekaligus memperluas edukasi bahaya narkoba kepada masyarakat.
Bagi UNBITA, keterlibatan dalam HANI 2026 merupakan bagian dari komitmen institusi untuk memperkuat edukasi, pembinaan mahasiswa, serta menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang bersih dari narkotika.
Dr. Ellys berharap mahasiswa tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai penggerak gerakan anti narkoba di lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Mahasiswa harus menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran dan diwujudkan melalui tindakan nyata,” tegasnya.
BNN Provinsi Gorontalo pun mengapresiasi keterlibatan perguruan tinggi, khususnya UNBITA, yang dinilai memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan program pencegahan narkotika.
Sri Bardiyati menilai mahasiswa merupakan kelompok strategis yang mampu menjadi agen perubahan dalam menyampaikan pesan positif kepada lingkungan sekitarnya.
Ia menegaskan, HANI bukan sekadar agenda tahunan, melainkan pengingat bahwa perjuangan melawan narkoba harus dilakukan setiap saat melalui kolaborasi dan kepedulian bersama.
“Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin kuat perlindungan yang kita bangun bagi generasi masa depan,” pungkasnya. (Rama/Gopos)








