GOPOS.ID, GORONTALO – BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) telah mengeluarkan peringatan dini terkait gempabumi yang terjadi pada pukul 06:37:42 WIB. Gempa dengan kekuatan Magnitudo 7.7 ini terdeteksi pada kedalaman 105 km dan berlokasi 236 km Barat Laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Peringatan ini dikeluarkan mengingat potensi tsunami yang dapat mengancam daerah-daerah di sekitar lokasi gempa. BMKG merekomendasikan langkah-langkah evakuasi menyeluruh untuk pemerintah daerah yang terpapar ancaman tsunami.
Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Dr. Andri Wijaya Bidang, S.Si, M.Si, menyampaikan bahwa rekomendasi BMKG mencakup beberapa daerah dengan status ancaman Siaga, antara lain:
Kepulauan Sangihe – Evakuasi diperlukan, status Siaga mulai berlaku pada pukul 06:51:55 WIB.
Kota Manado – Status Siaga mulai berlaku pada pukul 07:12:25 WIB.
Minahasa Utara Bagian Utara – Status Siaga mulai berlaku pada pukul 07:12:40 WIB.
Minahasa Bagian Utara – Status Siaga mulai berlaku pada pukul 07:14:55 WIB.
Kepulauan Minahasa – Status Siaga mulai berlaku pada pukul 07:16:10 WIB.
Minahasa Selatan Bagian Utara – Status Siaga mulai berlaku pada pukul 07:17:40 WIB.
Bolaang Mongondow Bagian Utara – Status Siaga mulai berlaku pada pukul 07:22:10 WIB.
Gorontalo Bagian Utara – Status Siaga mulai berlaku pada pukul 07:26:10 WIB.
Buol – Status Siaga mulai berlaku pada pukul 07:27:25 WIB.
Toli-Toli – Status Siaga mulai berlaku pada pukul 07:29:40 WIB.
Minahasa Utara Bagian Selatan – Status Siaga mulai berlaku pada pukul 07:33:10 WIB.
Minahasa Bagian Selatan – Status Siaga mulai berlaku pada pukul 07:34:10 WIB.
Kepada masyarakat yang tinggal di daerah yang terancam, diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari pihak berwenang. Evakuasi segera dilakukan untuk menghindari dampak yang lebih besar akibat potensi tsunami. BMKG akan terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini. (Putra/Gopos)







