GOPOS.ID, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan investasi sebagai salah satu motor penggerak pembangunan daerah. Hal itu ditegaskan Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat (RVM), saat menghadiri Dedicated Team Meeting (DTM) Regional Investor Relations Unit (RIRU) Sulawesi Utara Tahun 2026 di Wale Tondano, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang diikuti para kepala daerah, wakil kepala daerah, sekretaris daerah, serta pimpinan perangkat daerah terkait penanaman modal se-Sulawesi Utara tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi.
Dalam kesempatan itu, RVM menegaskan bahwa Pemkot Kotamobagu siap membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif dan menarik bagi para investor.
“Pemerintah Kota Kotamobagu siap bersinergi dengan pemerintah provinsi, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kotamobagu membuka pintu bagi investor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah,” ujar RVM.
Menurutnya, investasi memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan daerah, membuka lapangan pekerjaan baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan kemudahan pelayanan dan kepastian bagi para pelaku usaha yang ingin berinvestasi di Kotamobagu.
Sementara itu, forum DTM RIRU Sulut 2026 dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulawesi Utara. Dalam sambutannya, pemerintah provinsi mendorong seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan, termasuk melalui optimalisasi Mal Pelayanan Publik (MPP).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan sektor perbankan dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif.
“Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan industri perbankan menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif,” kata Victor Mailangkay.
Selain itu, Pemprov Sulut turut mengapresiasi peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, mengendalikan inflasi, serta memperluas akses pembiayaan produktif bagi sektor-sektor unggulan yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Joko Supratikto, Kepala Bea Cukai Bitung Didit Prayudi Sidharta, Asisten III Setdaprov Sulut Dr. Fransiskus E. Manumpil, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Sulawesi Utara Ir. Hermina S.D. Korompis.
Melalui forum tersebut, diharapkan terbangun koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait guna mendorong peningkatan investasi yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Utara, termasuk Kota Kotamobagu. **








