GOPOS.ID, GORONTALO – Di tengah tantangan kehidupan di balik jeruji besi, enam warga binaan Lapas Kelas II A Gorontalo menunjukkan semangat juang yang tinggi dengan mengikuti ujian Paket C (setara SMA) pada Senin, 30-3-2026.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) Lapas Kelas II A Gorontalo, Kasdin Lato menyampaikan meskipun jumlah peserta menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 15 orang, hal ini mencerminkan keberhasilan program pendidikan yang telah dilaksanakan, di mana banyak warga binaan telah berhasil lulus SMA.
Ujian Paket C ini merupakan bagian dari program pendidikan kesetaraan yang diatur dalam undang-undang, bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Ujian ini sangat penting bagi kami, sebagai langkah awal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkap salah satu peserta ujian.
Warga binaan yang mengikuti ujian telah terdaftar dalam sistem pendidikan nasional dan mengikuti kegiatan belajar mengajar layaknya di sekolah.
Pada hari pertama ujian, mereka dihadapkan pada materi pendidikan ilmu pengetahuan sosial, yang akan dilanjutkan dengan ujian pendidikan keagamaan.
Pengawasan ujian dilakukan oleh pihak internal Lapas dan Dinas Pendidikan Kota Gorontalo, memastikan bahwa proses berjalan dengan adil dan transparan.
Pihak Lapas Kelas II A Gorontalo berharap, dengan adanya program pendidikan ini, warga binaan tidak hanya dapat melanjutkan pendidikan mereka ke perguruan tinggi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi di masyarakat setelah bebas.
“Kami ingin mereka bisa mencalonkan diri sebagai kepala desa atau anggota Dewan Perwakilan Daerah, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi komunitas,” jelas salah satu petugas Lapas.
Ujian ini direncanakan berlangsung selama lima hari, dan diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi warga binaan untuk mengejar cita-cita mereka, meskipun dalam situasi yang tidak biasa. Dengan dukungan pendidikan yang tepat, masa depan yang cerah masih bisa diraih, bahkan dari balik jeruji besi. (Putra/Gopos)








