GOPOS.ID, KWANDANG – Manajemen Rumah Sakit Zainal Umar Sidiki (RS ZUS) bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait penumpukan sampah di area rumah sakit.
Langkah penanganan dilakukan menyeluruh dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) guna memastikan lingkungan kembali bersih dan sesuai standar sanitasi fasilitas kesehatan.
Direktur RS ZUS, Muhammad Ardiansyah, M.Kes, menegaskan bahwa pihaknya segera melakukan evaluasi internal begitu laporan dan pemberitaan muncul.
Koordinasi intensif bersama DLH pun digelar untuk mempercepat proses pembersihan. Tim gabungan kemudian diterjunkan ke lokasi guna melakukan pembersihan total pada titik yang menjadi sorotan.
Penanganan dilakukan menggunakan metode penimbunan teknis di lahan berukuran 9×10 meter dengan kedalaman sekitar empat meter.
Langkah tersebut ditempuh untuk memastikan area benar-benar steril, tertata rapi, dan tidak lagi menimbulkan persoalan lingkungan.
Manajemen memastikan kondisi terkini di lingkungan rumah sakit telah kembali normal tanpa adanya tumpukan sampah sebagaimana diberitakan sebelumnya.

Selain penanganan fisik di lapangan, RS ZUS juga memperkuat sistem pengawasan internal guna meningkatkan tata kelola limbah domestik.
Sebagai langkah preventif, RS ZUS kini menjalin kerja sama resmi dengan DLH terkait pengangkutan sampah secara rutin.
Pengangkutan dijadwalkan dua kali dalam sepekan sesuai kesepakatan bersama, guna mencegah terjadinya penumpukan kembali.
“Kami menjadikan pemberitaan sebelumnya sebagai bahan evaluasi. Rumah sakit berkomitmen menjaga kebersihan dan sanitasi demi kenyamanan pasien serta masyarakat sekitar,” ujar dr Ardiansyah.
Ia menambahkan, sinergi dengan DLH diharapkan mampu memastikan pengelolaan sampah berjalan lebih tertib, terukur, dan berkelanjutan.
Di sisi lain, manajemen juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah rumah tangga di area rumah sakit.
Imbauan ini disampaikan setelah ditemukan kembali tumpukan sampah baru pasca proses pembersihan, yang diduga berasal dari luar lingkungan fasilitas kesehatan.
Partisipasi aktif warga dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga kebersihan kawasan pelayanan kesehatan.
Manajemen berharap kesadaran kolektif dapat terus ditingkatkan demi menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan aman bagi pasien maupun keluarga yang tengah menjalani perawatan.(isno/gopos)








