TIDAK semua keberhasilan lahir dari panggung besar. Ada yang tumbuh perlahan, dalam ruang redaksi yang sederhana, dalam teguran yang tegas, dalam nasihat yang mungkin dulu terasa keras, tetapi kini dirasakan sebagai bekal paling berharga.
Begitulah jejak yang ditinggalkan oleh seorang senior kami di dunia jurnalistik, Femmy Udoki.
Sebagai salah satu wartawan perempuan yang paling berpengaruh di Gorontalo di era 2003-2019 lewat media terbesar di Gorontalo, Gorontalo Post (sekarang Harian Gorontalo Post). Ia bukan hanya mengajarkan bagaimana menyusun kalimat yang tajam atau membedakan fakta dari opini.
Ia mendidik dengan hati. Ia membentuk karakter. Ia menanamkan keberanian untuk berkata benar, bahkan ketika kebenaran itu tidak populer. Di balik setiap tulisan yang dikoreksi, setiap deadline yang ditegaskan, dan setiap kesalahan yang diperbaiki, tersimpan satu tujuan besar: melahirkan wartawan yang berintegritas dan berjiwa pemimpin.
Waktu berjalan. Anak-anak didik itu tumbuh. Mereka tidak lagi sekadar berdiri di balik kamera atau meja redaksi. Hari ini, sebagian dari mereka sudah sukses di dunia media Gorontalo. Ada yang berhasil menjadi Direktur di media online, mengemban amanah besar sebagai ASN, Komisioner KPU dan Komisioner di KPID Provinsi Gorontalo.
Jabatan itu bukan hanya simbol prestasi, tetapi bukti bahwa nilai yang ditanamkan tidak pernah sia-sia.
Di balik keberhasilan mereka, ada tangan yang dulu membimbing, ada suara yang dulu menguatkan, ada keteladanan yang diam-diam membentuk arah hidup mereka.
Menjadi pemimpin bukanlah tentang seberapa tinggi jabatan yang diraih, tetapi tentang seberapa kuat fondasi nilai yang tertanam. Dan fondasi itu telah diletakkan dengan penuh kesungguhan oleh Femmy Udoki melalui ilmu, ketegasan, dan jiwa kepemimpinan yang luar biasa.
Keberhasilan anak didiknya hari ini adalah cermin dari keberhasilan seorang guru yang akrab kami sapa Bunda itu. Bahasa keibuaan serta sosok Ibu di ruang redaksi membentuk kami yang tadinya anak kecil yang tak tahu apa-apa menjadi tahu tentang apa saja. Bagi kami, guru sejati tidak hanya mengajarkan profesi, tetapi membentuk cara berpikir, cara bersikap, dan cara berdiri ketika diuji oleh tanggung jawab.
Catatan kecil ini mungkin tak mampu merangkum seluruh perjuangan dan dedikasi itu. Namun satu hal yang pasti, keberhasilan ini adalah bukti bahwa cahaya yang dinyalakan dengan tulus akan terus menyala—bahkan ketika ia sudah menerangi banyak jalan.
Dan di setiap langkah mereka yang kini mengemban amanah publik, ada jejak nilai yang dulu ditanamkan dengan sabar.
Itulah warisan yang sesungguhnya.
Kini Bunda itu sedang mengabdikan dirinya sebagai Anggota Legislatif (Aleg) DPRD Provinsi Gorontalo.
Sekadar catatan, Gorontalo Post telah melahirkan orang-orang hebat. Sebut saja Hamim Pou (Mantan Bupati Bone Bolango), Elnino Husain Mohi (Angggota DPR RI), Sophian Rahmola (Ketua KPU Provinsi Gorontalo), serta masih banyak lagi alumni dari media ini yang telah membuktikan diri mereka mampu menghadapi tantangan zaman dengan kemajuan teknologi di era ini. Kini Harian Gorontalo Post masih terus tumbuh di bawah kepemimpinan Moh. Sirham. (*)








