GOPOS.ID, GORONTALO – Fluktuasi harga bahan pokok mewarnai pasar tradisional di Kota Gorontalo menjelang bulan suci Ramadan. Pantauan di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Senin (9/2/2026), menunjukkan fenomena harga yang kontras. Komoditas pangan pokok seperti beras relatif terjaga, sementara komoditas penunjang seperti beras ketan dan kacang-kacangan melonjak hingga 47 persen.
Saat ini, beras tetap bertahan di angka Rp13.000 per liter atau Rp15.000 per kilogram. Pedagang menyebutkan harga cenderung bertahan dan belum mengalami perubahan sejak beberapa bulan terakhir.
Namun, anomali terjadi pada komoditas musiman. Beras ketan, yang permintaannya meningkat tajam untuk bahan baku kue tradisional menjelang Ramadan, kini menembus harga Rp25.000 per kilogram dari sebelumnya Rp16.000.
Lonjakan harga kacang-kacangan menjadi yang paling ekstrem, yakni dari Rp30.000 menjadi Rp45.000 per kilogram. Sementara itu, gula merah yang sebelumnya dijual Rp28.000 per kilogram kini naik menjadi Rp30.000 per kilogram dan diperkirakan masih berpotensi mengalami kenaikan.
“Jadi harga gula dan beras biasa harganya tetap normal tidak mengalami kenaikan. Harga Beras ketan, kacang dan gula merah mengalami kenaikan karena kurangnya stok dan peminatnya melonjak menjelang bulan Ramadhan,” ungkap Abdul, pedagang sembako di Pasar Sentral.
Menurut para pedagang, kenaikan ini dipicu oleh rantai pasok yang menipis sejak akhir tahun 2025, sementara minat beli masyarakat terus merangkak naik menjelang pergantian tahun dan mendekati bulan suci Ramadan.(Winang/Mg-Gopos)








