GOPOS.ID, GORONTALO – Di bawah terik matahari yang mulai condong ke barat, suara adukan semen bercampur tawa terdengar akrab di sebuah sudut Desa Tonala.
Hari itu, bukan hanya Satgas TNI yang sibuk mengaduk rabat beton, warga desa pun turun tangan. Tak ada batas antara loreng dan baju kaus, antara prajurit dan petani.
Semua menyatu dalam satu semangat membangun jalan harapan lewat program TMMD ke-126 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo.
“Kalau dikerjakan sama-sama begini, capeknya nggak terasa,” tutur salah seorang pemuda desa yang sejak pagi ikut mengangkat ember semen.
Di sebelahnya, salah satu anggota Satgas TMMD, tersenyum sambil menepuk bahunya. “Yang penting guyub, hasilnya pasti maksimal,” ujarnya santai.
Proyek pengecoran rabat beton sepanjang 1.143 meter ini bukan sekadar infrastruktur. Di balik setiap adukan semen, tersimpan kisah gotong royong dan rasa kebersamaan yang mulai jarang ditemui.
Generasi muda yang biasanya sibuk dengan gawai, kini terlihat berbaur di lapangan, memegang cangkul dan ember.
Suasana kian hidup ketika ibu-ibu datang membawa air minum dan kudapan untuk para pekerja. Anak-anak berlarian sambil meneriakkan,
“Pak tentara, semangat!” membuat suasana kerja terasa seperti pesta kecil di tengah desa.
“Dulu jalan ini kalau hujan becek parah. Sekarang lihat, sebentar lagi mulus. Ini bukan cuma jalan, tapi simbol perubahan,” tutur tokoh masyarakat yang sejak awal mengikuti program TMMD ini.
Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) memang bukan sekadar pembangunan fisik, tapi juga membangun jiwa gotong royong dan solidaritas antara TNI dan masyarakat.
Di Desa Tonala, nilai itu terasa nyata bagaimana satu sekop semen bisa menyatukan dua dunia. Desa dan Negara.
Ketika matahari mulai turun dan siraman semen terakhir diratakan, warga dan anggota TNI berdiri sejenak, menatap hasil kerja hari itu.
Jalan belum sepenuhnya jadi, tapi semangat kebersamaan sudah menuntun langkah mereka menuju perubahan. (Isno/gopos)








