GOPOS.ID, KOTA GORONTALO – Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Provinsi Gorontalo, Andi Ilham, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan instruksi resmi kepada pengurus, anggota maupun masyarakat untuk terlibat dalam polemik proses pembangunan kampung nelayan, di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo
Pernyataan ini disampaikan Andi Ilham untuk meluruskan informasi yang sempat beredar mengenai dugaan keterlibatan GRIB secara kelembagaan dalam pembangunan kampung nelayan yang diduga masih berpolemik
Andi Ilham menyatakan, penggunaan atribut oleh salah satu pengurus itu murni bersifat pribadi dan tidak ada kaitannya dengan Grib Jaya.
“Itu murni inisiatif pribadi, bukan instruksi GRIB. Saya juga sudah konfirmasi langsung, yang bersangkutan pun menyampaikan permohonan maaf karena kebetulan saja memakai atribut tersebut,” jelas Andi Ilham melalui pesan WhatsApp, Senin (29/9/2025).
Andi Ilham juga meminta masyarakat untuk tidak mengaitkan GRIB dengan polemik yang muncul. Ia menegaskan, organisasi tidak pernah mengeluarkan seruan ataupun undangan resmi terkait kehadiran di lapangan dengan atribut ormas.
“Kalau ada pertemuan atau kabar lain, itu bukan kegiatan resmi GRIB. Saya tegaskan sekali lagi, tidak ada instruksi organisasi. Jadi jangan dikait-kaitkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau seluruh anggota dan simpatisan GRIB di Gorontalo agar tidak sembarangan menggunakan atribut organisasi dalam kegiatan di luar agenda resmi.
“Mulai hari ini, saya minta teman-teman untuk tidak lagi menggunakan atribut di luar kegiatan organisasi. Kita tidak ingin muncul kesalahpahaman,” tandas Andi Ilham.
Senada dengan itu, Sekretaris Umum Grib Jaya, Mohamad Vini Sidiki juga mengungkapkan bahwa hal ini hanyalah kesalahpahaman. Menurutnya pada saat itu, Salah satu pengurus Grib Jaya itu telah dimanahkan oleh keluarga tersebut menjadi kuasa hukum dalam lahan tersebut.
“Jadi Bang Roni itu telah diamanahkan oleh keluarga masuk dalam surat kuasa dari tahun 2016. Jadi Bang Roni hadir disitu sebagai pemegang kuasa bukan sebagai organisasi GRIB JAYA,” Ujar Vini
Vini juga meminta maaf atas nama GRIB Jaya kepada pemerintah Kota Gorontalo atas polemik yang terjadi.
“Atas nama GRIB Jaya kami meminta maaf kepada Pemerintah Kota Gorontalo. Sebentar juga kami berencana akan datang ke Pak Wali untuk minta maaf langsung,” Tuturnya
Terakhir, kata Vini, Grib Jaya mendukung penuh program pemerintah pusat kampung nelayan. Hal itu patut disyukuri karena Kota Gorontalo masuk dalam salah satu program nasional. (Rama/Gopos)








