GOPOS.ID, GORONTALO – Sebagai daerah berbasis pertanian, Gorontalo memiliki peluang menjadikan kopi sebagai komoditi unggulan bernilai tinggi untuk menembus pasar global. Peluang itu membutuhkan langkah kolaboratif seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan kopi Gorontalo. Tak kalah penting penguatan identitas (branding), edukasi, dan konsistensi dalam upaya membentuk kopi lokal Gorontalo sebagai komoditi unggulan.
Penguatan identitas tidak hanya terbatas pada penamaan (pemberian label) semata, tetapi juga berfungsi untuk menunjukkan ciri khas dan cita rasa kopi lokal Gorontalo kepada khalayak umum. Langkah strategis adalah menghadirkan kopi lokal Gorontalo di setiap kedai kopi yang ada di Gorontalo.
“Strategi paling efektif untuk memperkenalkan dan membangun citra rasa kopi lokal Gorontalo adalah semua kedai kopi di Gorontalo harus menyuguhkan kopi lokal Gorontalo,” ungkap Damaring K.W, 1st Place Indonesia Aeropress Championship 2017 saat menjadi pembicara pada Talkshow Kopi Secangkir Harapan dari Tanah Gorontalo dalam rangkaian agenda Hulonthalo Art&Craft (HACF) 2025, Senin (29/9/2025). Talkshow mengangkat tema “Meracik Mutu: Strategi dan Peluang Kopi Gorontalo Naik Kelas”.
Strategi lain dalam meningkatkan brand kopi lokal adalah promosi melalui kompetisi baik skala regional maupun nasional. Dalam kompetisi tersebut setiap peserta diwajibkan menggunakan bahan baku kopi lokal Gorontalo. Dengan begitu, nama dan cita rasa dari kopi lokal Gorontalo akan semakin lebih dikenal luas.
“Seperti yang dibuat di Sumatera Utara, yang juga diinisiasi oleh Bank Indonesia. Kompetisi tersebut mewajibkan para peserta menggunakan minimal 30 persen kopi lokal Samosir,” kata Muhammad Fakhri 1st Place IBrC 2019 dan 2nd Place IBrC 2025.
Ismail Semin, Founder Sumatra Highlands, yang turut tampil sebagai pembicara menekankan pentingnya membangun branding dengan storytelling yang kuat sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan dan membawa kopi lokal Gorontalo ke kancah nasional maupun global.
“Ciptakan sebuah brand lokal yang kuat. Kemas dan tonjolkan identitas tersebut dengan visualisasi yang menarik,” ujar Ismail Semin.
Dalam pemaparan lebih lanjut, Damaring, Fakhri, serta Ismail, mengingatkan perlunya edukasi secara berkelanjutan dan konsistensi dalam mengembangkan kopi lokal Gorontalo menjadi komoditi unggulan. Edukasi meliputi berbagai aspek. Mulai dari aspek produksi di tingkat petani, pengolahan pasca panen, pengemasan (packaging), hingga penyajian oleh brewers dan barista di kedai kopi.
“Teman-teman brewers dan barista yang ada di Gorontalo sering-seringlah kumpul, diskusi dan belajar teknik. Cari referensi dari sumber yang terpercaya atau orang-orang yang memang ahli di bidang kopi,” imbau Damaring dan Fakhri.
Pemilik Dellacious Coffee Gorontalo, Della Ayub, menyampaikan saat ini pihaknya sedang mengembangkan kopi lokal Gorontalo jenis Liberika di wilayah Tolinggula, Gorontalo Utara. Kopi Liberika dikenal dengan cita rasa yang khas dan kompleks. Pengembangan kopi Liberika menjadi upaya dari Dellacious Coffee Gorontalo untuk mendorong kopi lokal Gorontalo lebih dikenal luas.
Di akhir talkshow, Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, menyampaikan apresiasi kepada para pembicara yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengetahuan dalam rangka mengembangkan kopi lokal Gorontalo. Indra menyebut, kopi merupakan komoditi potensial yang dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.
“Kalau kita lihat di sepanjang Jl. Nani Wartabone (eks Jl. Panjaitan) itu banyak sekali kedai kopi. Hal ini menunjukkan kopi merupakan komoditi bernilai ekonomi,” ungkap Indra Gobel.
Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Bambang Setya Permana, menyampaikan pada gelaran HACF 2025 pihaknya menampilkan kebaruan berupa kegiatan Coffee Week.
“Coffee week ini bertujuan meningkatkan mutu produk dan daya saing dari kopi lokal Gorontalo, dan juga membuka akses para yang lebih luas dari kopi Gorontalo melalui strategi pemasaran yang tepat,” ungkap Bambang Setya Permana.(hasan/gopos)








