GOPOS.ID, MARISA – Sejumlah guru dan kepala sekolah di Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, merasakan manfaat langsung dari program Pengajar Merdeka Pohuwato, hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Pohuwato dengan Pani Gold Project, proyek tambang di bawah PT Merdeka Gold Resources Tbk.
Program ini dihadirkan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pendampingan dan pelatihan yang dilakukan oleh fasilitator dari gerakan Indonesia Mengajar. Hingga kini, empat fasilitator telah ditempatkan di empat sekolah di Buntulia untuk mendampingi para guru dalam kegiatan belajar mengajar.
“Hal positif yang saya rasakan adalah adanya peningkatan kemampuan. Program ini sangat membantu kami menjadi lebih adaptif dan responsif,” ujar Cindra Giasi, wali kelas di SDN 05 Buntulia, Dusun Hele, Desa Hulawa, belum lama ini.
Cindra menambahkan, kehadiran fasilitator juga membantu meningkatkan rasa percaya diri para guru dalam mengelola tantangan di sekolah.
Senada juga disampaikan, Fatmah Bangga, wali kelas di SDN 02 Buntulia. Menurutnya, fasilitator dari Indonesia Mengajar memberikan pengetahuan dan pengalaman yang memperkuat kompetensi guru secara keseluruhan.
“Banyak hal baru yang kami pelajari dari para fasilitator. Ini menambah wawasan dan memperbaiki cara kami mengajar,” ungkap Fatmah.
Kepala SMPN 2 Buntulia, Hermanto Anunu, mengakui adanya dampak positif meski program masih pada tahap awal.
“Saat ini masih tahap pendampingan pedagogik pada guru-guru. Hasil positifnya sudah terlihat, tetapi belum menyeluruh karena masih proses awal,” papar Hermanto
Disisi lain Kepala SDN 02 Buntulia, Mun Latip, mengaku kehadiran fasilitator sangat bermanfaat. Selain mendampingi proses belajar mengajar, fasilitator Indonesia Mengajar turut terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler, seperti latihan baris-berbaris, perkemahan, hingga pendampingan siswa yang mengikuti Olimpiade Sains.
“Mereka sudah masuk ke kelas dan mendampingi tiga guru dalam penyusunan RPP Pengajar Merdeka. Hari ini kami juga mengikuti survei terkait RPP tersebut,” ujar Latip
Salah satu fasilitator, Fira Rahadhatul, menuturkan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang siswa, baik secara emosional maupun intelektual. Ia mencontohkan pengalaman mendampingi seorang siswa kelas V yang awalnya pendiam dan kurang percaya diri, namun kini berani berbicara di depan kelas.
“Lingkungan yang suportif membuatnya lebih terbuka dan percaya diri. Tugas kita adalah mendampingi dan mengarahkan, bukan membatasi,” tutur Fira
fasilitator di SDN 05 Buntulia, Raziul Ikrama, mengapresiasi semangat belajar guru dan siswa yang menurutnya mencerminkan growth mindset.
“Mereka percaya kemampuan bisa terus berkembang dengan usaha dan kemauan belajar, dan saya melihat semangat itu tumbuh di sini,” tutup Raziul
Kehadiran program Pengajar Merdeka Pohuwato ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Buntulia, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor demi masa depan generasi muda Pohuwato. (Yusuf/Gopos)








