GOPOS.ID, KWANDANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gorontalo Utara dinilai lambat dalam menganangi masalah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Molontadu, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara. Pasalnya, kondisi TPA tersebut tidak berfungsi sebagai mestinya.
Keluhan terhadap penanganan TPA Molontadu disampaikan masyarakat dalam Kunjungan Kerja dan Rapat Koordinasi Pemkab Gorontalo Utara di Kantor Desa Molantadu, Kamis (11/9/2025).
Ada empat poin keluhan yang disampaikan masyarakat, yang pertama tentang rusaknya Membran Sel yang melapisi tanah dari masuknya air sampah saat hujan, yang kedua sungai yang menjadi sumber air bersih ikut tercemar, yang ketiga mengenai pohon yang ditanam berbatasan dengan kebun warga menggangu proses dan hasil pertanian, serta point terakhir harus menutup TPA Molantadu jika belum diselesaikan.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Molantadu Samsudin Imran, menyoroti Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang dianggap tidak serius dalam menangani persoalan sampah di desanya, ia menilai kinerja kadis lambat mengatasi masalah persampahan.
“Dampak buruk dari TPA ini hanya Masyarakat Desa Molantadu yang merasakan, bukan orang luar. Jadi kami harap bisa secepatnya diselesaikan dan untuk sementara TPA ditutup dulu,” Ujar Samsudin
Sementara itu, Tokoh Pemuda Gorut, Adrian Pianus, melontarkan kritik terhadap kinerja Kadis DLH, yang dinilainya jauh dari harapan. Keluhan warga turut diperkuat dengan adanya aduan tertulis bernomor 140/MLD-223/IX/2025 yang ditujukan kepada pimpinan DPRD Gorut.
“Kondisi ini menunjukkan bukan sekadar lemahnya penanganan teknis, melainkan juga kurangnya loyalitas kepada semangat yang di tunjungan oleh bupati Dan wakil bupati terhadap persoalan Rakyat”
Adapun keterangan dari Pihak DLH membenarkan persoalan sampah itu, namun bukan berarti tidak ada kerja-kerja yang serius. Walaupun dalam keterbatasan anggaran, itu semua tidak menghambat penyelesaian masalah tersebut.
“Anggaran untuk DLH itu memang minim, makanya kerjasama dengan perusahaan yang ada digorut kami lalukan dan sudah ada bantuan dari beberapa perusahaan,” ujar Thamrin Sirajudin, Kepala DLH Kabupaten Gorontalo Utara.(Gusti/gopos)








