GOPOS.ID, GORONTALO – Desa Lombongo terus berinovasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian sebagai sumber utama penghidupan, desa ini kini menggabungkan potensi pertanian dengan sektor pariwisata dan penguatan UMKM berbasis teknologi digital.
Pertanian tetap menjadi penopang ekonomi warga Lombongo. Hasil panen tidak sekadar dijual mentah, tetapi juga diolah menjadi produk lokal khas yang bisa dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan. Dua produk UMKM terbaru bahkan lahir dari inovasi mahasiswa KKN, yaitu Banana Melts berbahan dasar olahan pisang, serta Tortila Chips yang terbuat dari jagung hasil panen masyarakat. Produk ini diharapkan mampu menjadi identitas baru Desa Lombongo dalam memperkenalkan olahan pangan lokal kepada wisatawan.
Sebagai langkah awal, mahasiswa KKN telah melaksanakan Seminar pemanfaatan hasil pertanian sebagai penunjang perekonomian masyarakat. Yang menjadi pemateri pada seminar ini Adalah Bapak Andi Juanna, S.Pd., M.Sc. yang memberikan edukasi terkait strategi pengembangan produk lokal agar lebih berdaya saing. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Dr. Cristian Polamolo, S.Pd., M.Pd, Dewi Indrayani Hamin SE., MM dan Dr. Melan Angriani Asnawi, S.Pd., M.Si..

Acara seminar ini semakin bermakna dengan hadirnya Camat Suwawa Tengah, Bapak Noldin Biga, S.IP., yang sekaligus membuka kegiatan seminar. Kehadiran beliau bukan hanya sebagai bentuk dukungan pemerintah, tetapi juga menjadi motivasi besar bagi peserta dan panitia seminar. Kehadiran Bapak Camat mencerminkan komitmen kuat pemerintah kecamatan dalam mendukung kegiatan positif masyarakat. Selain itu, Kepala Desa Lombongo, Ibu Nilawaty Abdullah, S.IP., turut hadir memberikan dukungan penuh sekaligus melakukan launching produk yang dibuat oleh mahasiswa KKN, yaitu Banana Melts dan Tortila Chips. Seminar ini juga dihadiri oleh masyarakat desa yang antusias mengikuti jalannya kegiatan dan mendukung program mahasiswa KKN.

Ke depannya, produk hasil inovasi tersebut akan ditargetkan bagi para pelaku usaha yang berjualan di sekitar kawasan wisata Lombongo. Dengan demikian, wisatawan yang berkunjung tidak hanya menikmati keindahan alam dan pengalaman agrowisata, tetapi juga dapat membawa pulang produk khas desa.

Langkah ini diyakini menjadi awal keberhasilan program KKN dalam memanfaatkan hasil tani untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara pertanian, pariwisata, dan UMKM akan menjadi fondasi penting bagi Desa Lombongo dalam membangun kemandirian ekonomi serta memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Gorontalo. (Putra/Gopos)








