No Result
View All Result
gopos.id
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • INFOGRAFIS
    • Info Pasar
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Pohuwato
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Boalemo
    • Kotamobagu
    • Bolmut
    • Kota Smart
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
gopos.id

Halusinasi Masa Depan Industri Digital di Gorontalo

Admin by Admin
Senin 16 September 2019
in Perspektif
0
80
SHARES
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Oleh: M. Idrak Olii (Omy Olii), 30 tahun tentang Halusinasi Masa Depan Industri Digital di Gorontalo

M. Idrak Olii
M. Idrak Oliiii

Tulisan ini, saya mulai dengan beberapa uraian tentang orang-orang IT yang saya kenal sedikit banyak rekam jejak mereka.

Dimas Wibowo, Ahli IT, programmer dan system analist, dari Gorontalo Saat ini memutuskan bekerja di Jakarta, gaji +8.xxx.xxx.

Chandra Pinuyut, android base programmer, web developer, membangun banyak sistem instansi di Pemerintahan yang ada di Gorontalo (dahulu bersama C55). Saat ini memutuskan bekerja untuk Pemda Kotamobagu, gaji +8.xxx.xxx.

Deden Gobel, bug hunter, data analyst, IT expert, dari Gorontalo saat ini memilih bekerja di Jakarta, gaji +20jt.

Eko Nasaru, founder blod id, carelaig, dari Gorontalo, memilih mengembangkan aplikasi di Makassar hingga Jakarta

Gamma Advertisa foundernya Iswan Febriyanto meskipun berkantor di Kota Gorontalo tapi banyak klien-klien GA justru dari luar daerah

Anang Suryana Musa, Desain Grafis Profesional. Dengan kontrak puluhan juta di Jakarta dan Luar Negeri, memutuskan kembali ke Gorontalo dengan kontrak hanya ratusan ribu per desain

Andhika Gemintang, Youtubers dengan 3 Juta Subscribers, hampir tak pernah terlihat mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kota Gorontalo

Syamsu Panna, Founder Desa Digital Lamahu, menetap di Kota Gorontalo. Konsep dan inovasinya dihargai justru diluar daerah bahkan hingga ke luar negeri.

Baca juga: Hamim Resmikan Sanggar Tani dan Balai Rakyat Desa Digital

Dan banyak lagi teman-teman ahli IT yang memilih tidak berkarir di Gorontalo. Salah satu di antara beberapa sebabnya, yang paling utama adalah orang-orang hebat itu sepertinya tidak dihargai di Tanah Leluhur mereka !

Provinsi Gorontalo adalah daerah yang menurut saya paling sering membahas soal Industri 4.0,. Hampir setiap bulan ada saja pertemuan yang diadakan. Baik oleh komunitas atau dari Pemerintah yang membahas soal perkembangan industri IT dan digital. Yang sayangnya semuanya tak lebih hanya sekedar pembahasan, seremonial dan wacana belaka

Baca Juga :  SERBA SERBI POLITISASI, SEPAK BOLA DIBENCI IBU PERTIWI

Pernyataan ini dibuktikan dengan realita bahwa hampir tidak ada program layanan publik milik Pemerintah Provinsi Gorontalo. Yang muncul kepermukaan sebagai hasil kerja-kerja sumber daya digital masyarakatnya dan dirasakan manfaatnya oleh warga Gorontalo

Saya pun tiba di titik pesimis bahwa daerah ini agak sulit menjadi Provinsi layak digital. Kalau hampir semua sumber daya digital dan IT tidak mendapat tempat khusus di Pemerintahan.

Orang-orang IT dianggap hanya sebatas teknisi standar yang kemampuannya tidak begitu dihargai.  Tak ada wadah yang jelas untuk mengeksplorasi kemampuan mereka di bidang digital yang di dukung oleh Pemerintah Provinsi.

Disisi lain, Kota Gorontalo sebagai jantung dan wajah dari Provinsi Gorontalo, juga memiliki masalah yang sama. Sumber daya digital dari kalangan pemuda di Gorontalo tidak nampak dipermukaan. Wajah kota ini sepertinya tidak banyak yang berubah dari 5-10 tahun yang lalu dari sisi penguasaan teknologi dan apresiasi sumber daya manusia dibidang IT.

Baca juga: Desa Digital Lamahu Versi 2.2 Diluncurkan

SMART CITY yang digaungkan sejak lima tahun lalu hingga saat ini seperti hanya menggema sesaat dan tak lebih dari sekedar seremonial belaka. Mungkinkah benar kata teman saya, bahwa SMART itu sebenarnya cuma sekedar singkatan bukan konsep yang jelas implementasinya.

Provinsi ini sedang ber-HALUSINASI tentang masa depan pemanfaatan digital dan IT yang keren, canggih, efisien dan memiliki sumber daya manusia yang mumpuni. Karena hingga saat ini tak ada bukti konkret bahwa langkah daerah ini sedang menuju ke arah itu.

Baca Juga :  TIADA BAHASA, BANGSA PUN HILANG

Saya secara pribadi telah kehilangan kepercayaan pada daya dukung Pemerintah Provinsi dan Kota untuk sektor IT dan digital. Sepertinya pembahasan tentang ini hanya akan habis kembali menjadi sekadar wacana.

Secara pribadi pun masih menaruh sisa harapan kepada para pemimpin muda yang setidaknya paham tentang betapa berdaya gunanya kekuatan teknologi informasi. Dan sektor digital untuk mewujudkan program-program kepemudaan di bidang IT. Meskipun dalam catatan saya hingga saat ini saya tak menemukan jejak digital apakah mereka sedang memperjuangkan hal tersebut atau tidak.

Baca juga: Curah Gagasan Digital

Mari kita berdoa atau lebih tepatnya mengheningkan cipta untuk ‘matinya’ perkembangan sumber daya digital di Gorontalo, dan kita harus memaklumi kalau orang-orang hebat di bidang IT dari daerah ini memilih berkarir di luar daerah. Di tempat dimana mereka lebih dihargai dan diapresiasi, mungkin saja 5 atau 10 tahun lagi. Barulah kita layak mengundang mereka untuk kembali, berbuat bagi daerah ini. Dan semoga saja dimasa itu kemampuan dan keahlian mereka mendapatkan tempat yang layak di Tanah Leluhur ini …! Aamiin.

Penulis: M. Idrak Olii (Omy Olii), 30 th

Latar Belakang: Penggiat IT, Idea Creator, CEO Anamuda, Direktur PT. Digital Sistem Komunikasi Niaga.

Penulis adalah praktisi dunia digital yang telah melahirkan beberapa Aplikasi dibidang e-commerce, website, game dan saat ini sedang giat mengembangkan usaha rintisan (Start Up) dan mengelola Komunitas Anamuda di Gorontalo.

Tags: Digital gorontaloRomy olii
Previous Post

Galian C di Sungai Bone Diminta Harus Memiliki Izin

Next Post

Merokok, Warga Bonebol Dicoret dari PBI BJPS Kesehatan

Related Posts

Perspektif

Siti Asiyah Sang Pejuang Iman Dari Sungai Nil

Jumat 23 Oktober 2026
Dr. Dolot Alhasni Bakung. SH., MH adalah dosen tetap di lngkungan Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo sejak tahun 2009 dan saat ini menjabat Ketua Pusat Kajian Hukum Argaria Fakultas Hukum UNG. Tulisan ini disarikan dari artikel jurnal penulis tentang tanah yang berjudul “Challenging the State’s Monopoly on Legality over Customary Land in Gorontalo: ‘Land Without a State: Unpacking the Legal Absence of Land in Gorontalo’s Customary Law Communities’.
Perspektif

Adat Dijunjung, Tanah Adat Terlupakan: Gugatan dari Bumi Hulondalo

Senin 19 Oktober 2026
Perspektif

Tidak Membongkar Bangunan Tua, Mengapa Adhan Harus Menanggung Perkara?

Senin 19 Oktober 2026
Perspektif

Bahasa Kekuasaan dan Politik Bencana Karhutla

Jumat 16 Oktober 2026
Fadli Alamri
Perspektif

Siti Hajar: Ratu Zamzam

Jumat 16 Oktober 2026
Antrean BBM di Kawasan simpang empat Kota Gorontalo yang mengular hingga area pasar sentral kota Gorontalo.
Perspektif

Antrean BBM Tak Bisa Dijawab Hanya dengan Kalimat “Stok Aman”

Rabu 14 Oktober 2026
Next Post

Merokok, Warga Bonebol Dicoret dari PBI BJPS Kesehatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

  • Mahasiswa UIN Bongkar Aib Oknum Dosen Diduga Cabul

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oknum Dosen Perguruan Tinggi Islam Gorontalo Terseret Pelecehan, Dua Mahasiswi Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Siti Asiyah Sang Pejuang Iman Dari Sungai Nil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aliansi Mahasiswa Desak Dosen Predator Seksual Dipecat Permanen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Imbas Dugaan Perundungan, 21 Siswa SMA N 1 Gorontalo Diskors Sementara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
WA Saluran
Facebook X-twitter Youtube Instagram TikTok

© 2019 – 2023 Gopos.id  |  Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.

Iklan  |  Karir  |  Pedoman Media Cyber  |  Ramah Anak  |  Susunan Redaksi  |  Tentang Kami  |  Disclaimer

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
    • Hukum & Kriminal
    • Indepth News
    • Info Pasar
    • INFOGRAFIS
    • Olahraga
    • Pemilu
    • Peristiwa
    • Politik
  • DAERAH
    • Gorontalo
    • Ayo Germas
    • Boalemo
    • Bone Bolango
    • Kotamobagu
    • Bolmong Utara
    • Gorontalo Hebat
    • Gorontalo Utara
    • Kabupaten Gorontalo
    • Kota Smart
    • Pohuwato
    • Wakil Rakyat
  • NASIONAL
  • LIFESTYLE
    • Infotaintment
    • Kuliner
    • Tekno
  • Menyapa Nusantara
  • MULTIMEDIA
    • Foto
    • Video
  • Gopos Literasi

© 2019-2023 Gopos.id Gopos Media Online Indonesia | Gorontalo.