GOPOS.ID, JEMBER – Jajaran 50 mobil Home Care memenuhi halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Kamis (23/7/2026), saat digelar apel kesiapan layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah.
Apel dipimpin langsung Bupati Jember Muhammad Fawait sebagai penanda dimulainya penguatan pelayanan kesehatan jemput bola bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sasaran utama program ini meliputi keluarga miskin, lansia, penyandang disabilitas, balita stunting, serta warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
Gus Fawait mengatakan pemerintah ingin memastikan layanan kesehatan tidak berhenti pada jaminan pembiayaan, tetapi juga menjangkau masyarakat hingga ke rumah.
“Selama ini warga ber-KTP Jember sudah mendapat layanan berobat gratis melalui UHC. Namun masih banyak yang tidak bisa berobat karena terkendala biaya transportasi,” ujar Gus Fawait.
Menurutnya, kondisi itu menjadi salah satu alasan lahirnya program Home Care agar pelayanan kesehatan lebih mudah diakses kelompok rentan.
Melalui layanan tersebut, tenaga kesehatan akan mendatangi rumah pasien untuk melakukan pemeriksaan, pengobatan, hingga konsultasi dengan dokter melalui jejaring rumah sakit.
“Program ini menyasar keluarga miskin ekstrem, lansia yang hidup sendiri, penyandang disabilitas, serta balita yang mengalami stunting,” katanya.
Apabila pasien membutuhkan penanganan lanjutan, petugas akan memberikan rujukan sesuai kebutuhan. Pemerintah juga menyiapkan bantuan sembako berkala bagi keluarga kurang mampu.
Gus Fawait menyebut Home Care sebagai upaya menghadirkan keadilan layanan kesehatan tanpa membedakan kemampuan ekonomi masyarakat.
“Kalau keluarga yang mampu punya dokter keluarga, maka hari ini keluarga yang tidak mampu di Jember juga memiliki dokter keluarga melalui Home Care,” tegasnya.
Untuk mendukung operasional program, sekitar 1.200 tenaga kesehatan disiapkan bertugas dengan mengacu pada standar operasional prosedur yang sedang disusun pemerintah.
Sebanyak 50 armada yang digunakan tidak seluruhnya berasal dari kendaraan baru. Sebagian merupakan mobil dinas OPD yang dialihkan menjadi kendaraan pelayanan masyarakat.
“Ini juga bentuk efisiensi anggaran sekaligus memastikan aset pemerintah dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Gus Fawait.
Pemkab Jember berharap Home Care menjadi layanan publik berkelanjutan yang mempercepat penanganan kesehatan sekaligus mendukung upaya menekan angka kemiskinan di daerah.(kur)








