GOPOS.ID, GORONTALO — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Hj. Yeyen Sidiki. S.H. S.E., M.M, mendorong Pemerintah Provinsi Gorontalo memperkuat komitmen dalam membangun tata kelola data yang terpadu, akurat, dan berkualitas sebagai fondasi utama perencanaan pembangunan. Upaya mewujudkan Gorontalo Satu Data (GSD) dinilai semakin strategis seiring dukungan Program Kemitraan Australia–Indonesia untuk Tata Kelola dan Pembangunan Manusia (SKALA).
Yeyen menegaskan, data bukan sekadar kumpulan angka, melainkan instrumen penting yang menentukan arah kebijakan publik. Data yang valid dan terintegrasi, akan melahirkan perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan yang sesuai kebutuhan riil masyarakat.
“Jika data dikelola dengan baik, terpadu, dan berkualitas, maka program pembangunan akan lebih tepat sasaran dan akuntabel. Karena itu, komitmen menuju Gorontalo Satu Data harus terus diperkuat,” ujar Srikandi Partai Golkar ini.
Gorontalo Satu Data merupakan implementasi dari kebijakan nasional Satu Data Indonesia. Program ini dirancang untuk menyediakan data mikro terpilah yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Sistem pendataan dilakukan secara terintegrasi, dimulai dari pengumpulan data di tingkat bawah, kemudian diverifikasi dan divalidasi secara berjenjang, sebelum dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan.
Menurut Yeyen, keberhasilan Gorontalo Satu Data tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dan akurasi informasi, tetapi juga oleh aspek keamanan data. Ia mengingatkan di dalam sistem tersebut tersimpan data strategis yang membutuhkan perlindungan serius agar tidak disalahgunakan.
“Data yang dihimpun dalam Gorontalo Satu Data mencakup informasi penting dan strategis, sehingga perlu sistem pengamanan yang kuat,” kata anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo itu.
Yeyen menilai, Gorontalo Satu Data adalah investasi jangka panjang untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan benar-benar berpijak pada kebutuhan warga. Dengan data yang kuat dan terpercaya, Pemprov Gorontalo akan mampu menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain itu, Yeyen menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan sistem data terpadu. Dalam konteks tersebut, Yeyen mengapresiasi dukungan Program SKALA yang merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Australia. Ia berharap program tersebut dapat dimaksimalkan untuk memperkuat kualitas data dan tata kelola pembangunan di Gorontalo.
Sekadar diketahui, Gorontalo menjadi satu dari enam provinsi mitra pelaksanaan Program SKALA, bersama Aceh, Papua, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Maluku. Program ini berlangsung sejak Oktober 2023 hingga Desember 2026, dengan fokus pada penguatan tata kelola keuangan publik, peningkatan kualitas data dan analisis, penerapan Standar Pelayanan Minimal, serta pengarusutamaan gender, disabilitas, dan inklusi sosial.(hasan/gopos)








