GOPOS.ID, KOTA GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat posisi dan citra institusi, baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Workshop Tata Kelola Kerja Sama dan Kehumasan
Workshop ini menjadi langkah strategis UNG dalam membekali serta memperkuat peran fungsional para pengelola kerja sama dan kehumasan di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, para pengelola diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, khususnya dalam mempromosikan dan meningkatkan daya saing UNG di tengah masyarakat luas.
Ketua Pokja Kerja Sama dan Humas UNG, Noval Sufriyanto Talani, menjelaskan bahwa workshop tersebut difokuskan pada dua pilar utama, yakni tata kelola kerja sama dan kehumasan. Pada aspek kerja sama, UNG menekankan pentingnya kemitraan yang memiliki dasar hukum kuat, terstruktur, serta menghasilkan output yang terukur bagi kemajuan institusi.
“Kerja sama yang dibangun UNG, baik di dalam maupun luar negeri, harus memberikan dampak nyata dan berkontribusi langsung terhadap pengembangan kampus,” ujar Noval.
Sementara itu, pada aspek kehumasan, workshop diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pengelola dalam mengkomunikasikan prestasi, inovasi, serta visi UNG secara efektif dan menarik kepada publik. Hal ini dinilai penting dalam memperkuat citra dan brand universitas.
“Peran kehumasan sangat strategis dalam memperkenalkan UNG kepada masyarakat luas, sehingga citra universitas semakin kokoh dan dikenal,” tambahnya.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto Malik, M.Hum., dalam arahannya menegaskan bahwa kerja sama dan kehumasan merupakan ujung tombak perguruan tinggi modern. Menurutnya, kerja sama tidak boleh berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman semata, melainkan harus menjadi penggerak kemajuan institusi.
“Begitu pula dengan kehumasan, ini adalah jendela UNG ke dunia. Para pengelola harus mampu menjadi narator yang baik dalam mempromosikan keunggulan dan peluang yang dimiliki UNG,” tegas Harto.
Ia berharap, melalui workshop tersebut, seluruh unit kerja di lingkungan UNG memiliki pemahaman yang sama serta strategi yang terintegrasi dalam membangun jejaring dan memperkuat branding universitas. Dengan demikian, cita-cita UNG sebagai kampus berkelas internasional dapat segera terwujud. (Rama/Gopos)








