GOPOS.ID, GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengapresiasi dedikasi dan kerja keras civitas akademika serta mitra strategis melalui perhelatan Anugerah UNG Berdampak Tahun 2026.
Ajang penghargaan tertinggi di lingkungan kampus kerakyatan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi nyata dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga mitra dalam mendukung penguatan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi di UNG.
Pada tahun ini, UNG menganugerahkan 141 penghargaan yang tersebar dalam 74 kategori. Kategori tersebut mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari tata kelola pendidikan tinggi, penguatan riset dan inovasi, pengelolaan data dan sistem informasi, hingga peran media dalam mendukung penyebaran informasi dan reputasi institusi.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto Malik, M.Hum., menjelaskan bahwa Anugerah UNG Berdampak merupakan wujud apresiasi institusi terhadap kinerja dan kontribusi seluruh elemen perguruan tinggi maupun mitra strategis.
“Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan atas kontribusi nyata yang telah diberikan. UNG ingin membangun ekosistem pendidikan tinggi yang semakin berkualitas, adaptif, dan berdaya saing,” ujar Harto.
Sementara itu, Rektor UNG Prof. Dr. Eduart Wolok, S.T., M.T., menegaskan bahwa Anugerah UNG Berdampak bukan sekadar seremoni, melainkan instrumen strategis untuk mendorong peningkatan kinerja dan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan.
“Melalui apresiasi ini, UNG ingin menumbuhkan budaya kinerja yang terukur, transparan, dan berorientasi pada dampak. Tidak hanya mengejar capaian jangka pendek, tetapi membangun sistem akademik dan tata kelola yang berkelanjutan,” kata Eduart.
Ia berharap, melalui ajang ini akan tumbuh semangat kompetisi sehat di lingkungan internal kampus, sehingga setiap inovasi, layanan, dan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di UNG semakin relevan dengan kebutuhan zaman.
Dengan standar yang terus ditingkatkan, UNG optimistis mampu melahirkan sumber daya manusia unggul serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional. (Rama/Gopos)








