GOPOS.ID, GORONTALO – Antusiasme mahasiswa Arsitektur Universitas Bina Taruna (UNBITA) dalam mengikuti sayembara desain Kantor Wali Kota Gorontalo mendapat dukungan penuh dari pihak kampus. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Arsitektur UNBITA, Resza Rachmadyanti, S.Ars., M.Ars.
Menurut Resza, pihak fakultas dan program studi sangat mendorong mahasiswa untuk terlibat aktif dalam ajang tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran dan penguatan kapasitas akademik maupun profesional.
“Kami sangat antusias dan mendukung mahasiswa untuk ikut serta. Informasi sayembara sudah kami sebarkan melalui grup mata kuliah maupun grup informasi resmi Prodi Arsitektur agar seluruh mahasiswa mengetahui dan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi,” ujar Resza.
Ia menjelaskan, sayembara desain Kantor Wali Kota menjadi momentum strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan perancangan, memperkuat daya analisis terhadap konteks perkotaan, serta membangun kepercayaan diri dalam kompetisi desain berskala publik.
Namun demikian, terdapat kendala administratif yang dihadapi mahasiswa, yakni ketentuan bahwa ketua tim peserta harus memiliki STRA (Surat Tanda Registrasi Arsitek) atau legalitas resmi sebagai arsitek. Persyaratan tersebut membuat mahasiswa belum dapat menjadi ketua kelompok secara mandiri.
Meski begitu, Resza menegaskan bahwa hal itu tidak mengurangi semangat mahasiswa untuk tetap terlibat. Pihak prodi mendorong mahasiswa untuk berkolaborasi dengan arsitek profesional maupun tim lain, termasuk membuka peluang kerja sama dengan pihak di luar kampus UNBITA.
“Kami melihat ini sebagai kesempatan kolaborasi. Mahasiswa tetap bisa berkontribusi melalui ide, konsep, dan gagasan desain, meskipun secara administratif harus bekerja sama dengan arsitek yang memiliki legalitas,” tambahnya.
Melalui partisipasi ini, Prodi Arsitektur UNBITA berharap mahasiswa dapat menunjukkan kapasitas intelektual dan kreativitasnya dalam memberikan alternatif desain yang inovatif dan mencerminkan karakter Kota Gorontalo.
Dukungan akademik tersebut menjadi bukti komitmen UNBITA dalam menyiapkan calon arsitek yang adaptif, kolaboratif, dan siap terlibat dalam pembangunan daerah. (Rama/Gopos)








