GOPOS.ID, GORONTALO – Di bawah langit cerah Lapangan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, ratusan warga bersama prajurit TNI dan pemerintah daerah berkumpul dalam suasana haru dan bangga.
Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 resmi ditutup, menandai berakhirnya satu bulan penuh pengabdian dan kerja nyata antara TNI dan masyarakat.
Upacara penutupan berlangsung khidmat, diiringi dengan semangat kebersamaan yang terpancar dari wajah para peserta. Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi yang hadir dalam upacara tersebut menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi TNI dan antusiasme warga dalam menyukseskan program TMMD.
“TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, tapi pembangunan semangat dan jiwa gotong royong. Melalui sinergi ini, kita membuktikan bahwa kemajuan daerah lahir dari kerja bersama pemerintah dan TNI” ujar Bupati Sofyan Puhi, Kamis (6/11/2025).
Program TMMD ke-126 Kodim 1315/Gorontalo yang dipusatkan di Desa Tonala, Kecamatan Telaga Biru, telah menuntaskan berbagai sasaran fisik, mulai dari pembangunan jalan rabat beton, bak air bersih, hingga renovasi rumah tidak layak huni.
Selain itu, kegiatan nonfisik seperti penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, hingga lomba olahraga dan seni turut mempererat hubungan antara prajurit dan warga.
Bupati Sofyan menegaskan, hasil kerja TMMD tidak hanya dirasakan hari ini, tapi menjadi fondasi bagi kemajuan desa ke depan.
“Apa yang dibangun TNI di Tonala bukan hanya jalan dan fasilitas umum, tapi juga harapan baru bagi masyarakat untuk terus bergerak maju,” tambahnya.
Sementara itu, Dandim 1315 Kabupaten Gorontalo, Letkol Arh Roma Laksana Yudha menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat.
“TMMD ini tidak akan berhasil tanpa dukungan penuh masyarakat. Mereka bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama pembangunan. Setiap adukan semen, setiap gotong royong yang dilakukan adalah bentuk nyata kemanunggalan TNI dan rakyat,” ujar Dandim
Ia juga menambahkan bahwa TMMD ke-126 bukan hanya meninggalkan hasil pembangunan fisik, tetapi juga nilai kebersamaan dan semangat gotong royong yang akan terus hidup di tengah masyarakat.
“Yang paling penting dari TMMD ini adalah warisan semangatnya. Kami berharap setelah program ini selesai, masyarakat terus menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan dengan baik. Karena tujuan kami bukan hanya membangun jalan, tetapi juga membuka jalan bagi kemajuan desa,” tegas Dandim.
Penutupan TMMD diakhiri dengan penandatanganan prasasti. Sorak gembira dan tepuk tangan menggema di Lapangan Telaga Biru, menjadi penanda bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, tetapi kenyataan yang hidup di tengah masyarakat Gorontalo. (Isno/gopos)








